Kesehatan

Apa yang Terjadi Pada Paru-paru Saat Terinfeksi Virus Corona?

PFI Mega Life
08 Apr 2020
Menggambarkan seperti apa virus corona dapat masuk ke dalam paru-paru serta akibatnya.

Saat ini, kita tengah mengalami pandemi global akibat penyebaran virus corona di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, penyakit COVID-19 ini sudah membuat lebih dari 2,500 kasus positif terjadi di tanah air. Indonesia bukan menjadi negara yang paling banyak terinfeksi virus ini, melainkan ada Amerika yang menjadi negara dengan kasus positif terbanyak dan Spanyol setelahnya.

Hingga hari ini, tepatnya tanggal 8 April 2020, data terbaru secara real time yang bersumber Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa sudah ada lebih dari 1,3 juta penduduk dunia yang terjangkit virus corona ini. Sumber ini juga menyatakan bahwa sudah ada pasien yang berhasil sembuh dari virus corona dengan jumlah sebesar 285,064 orang di seluruh dunia.

Menurut data resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada sekitar 80 persen pasien terinfeksi virus corona yang hanya mengalami gejala ringan, dan 5 persen lainnya mengalami gejala yang sangat berat. Namun, jangan pernah Anda meremehkan jenis mikroorganisme nakal ini. Kenapa? Sebab, virus corona akan menyerang paru-paru yang terinfeksi dengan tiada ampun.

Lalu, apa yang akan terjadi pada paru-paru ketika virus corona ini menyerang tubuh seseorang?

Virus Corona di Indonesia

Masih ada banyak orang yang belum begitu mengerti dengan pandemi global yang diciptakan oleh virus jahat ini. Untuk itu, PFI Mega Life ingin memberikan penjelasan tentang apa yang terjadi pada paru-paru saat terinfeksi virus corona di dalam tubuh.

Virus Corona Akan Membekas Walaupun Sudah Pulih

COVID-19 atau SARS-COV-2 merupakan sebuah virus yang digadang-gadang berasal dari kota Wuhan, Tiongkok. COVID-19 dan influenza merupakan virus yang amat berbeda, bahkan perbedaan itu juga terletak pada perilaku dan tempat serangan yang terjadi.

Salah seorang spesialis paru-paru bernama Reynold Panettieri, M.D dari Rutgers University, AS, mengatakan bahwa SARS-COV-2 merupakan virus yang sangat agresif, yang menyerang saluran napas bagian atas, sinus, tenggorokan, hingga rongga mulut.

Sistem penyebaran dari virus corona diawali dari sistem pernapasan melalui droplet, atau percikan cairan mulut baik dari bersin ataupun batuk, atau bahkan melalui benda yang terkontaminasi. Meski sebagian besar dari kasus yang terjadi itu ringan, namun COVID-19 biasanya akan menginfeksi saluran pernapasan atas yang nantinya akan menyumbat paru-paru.

Dampak dari virus corona pada paru-paru yang terinfeksi, sangatlah bergantung pada tingkat keparahan pasien yang terjangkit. Apabila seseorang termasuk pada kelompok orang yang memang berisiko tinggi seperti pengidap penyakit kronis, lansia, atau perokok berat, maka infeksi COVID-19 pada paru-paru dapat mengakibatkan komplikasi yang sangat mengancam jiwa.

Hal yang mengerikannya adalah penyakit kritis corona dapat langsung merusak paru-paru apabila didapati pada kasus yang jauh lebih parah.

Dampak dari terjangkit COVID-19 ialah virus ini tetap bisa bertahan dalam paru-paru meski pasien sudah sembuh total dari infeksinya.

Prose Masuknya Virus Corona ke Paru-paru

Para pengidap atau korban corona yang mengalami batuk dan juga demam, mereka sudah termasuk ke dalam infeksi sedang atau istilahnya Moderate Infection. Lantas, apa yang terjadi dengan infeksi dengan gejala yang ringan?

Untuk mereka yang terinfeksi ringan, biasanya mereka hanya akan mengalami sakit tenggorokan, sedikit demam, dan juga hidung tersumbat. Maka dari itu, apabila Anda sudah merasakan gejala-gejala seperti yang disebutkan, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat Anda.

Hal yang Akan Terjadi Pada Pengidap Infeksi Corona Sedang

Bagi mereka yang termasuk dalam golongan infeksi sedang, virus corona ini telah berhasil untuk melakukan replikasi dan mulai melakukan perjalanannya ke area dada lalu mulai masuk ke tabung bronkial. Kondisi seperti ini nantinya akan menyebabkan peradangan yang berakibat timbulnya batuk kering.

Setelah itu, tabung bronkial akan langsung mengarahkan ke paru-paru dari tenggorokan, sehingga tabung bronkial ini menjadi inti dalam sirkulasi oksigen secara efektif. Jika tabung ini bengkak karena adanya peradangan, maka sirkulasi oksigen dalam tubuh juga pasti akan bermasalah.

Hal yang Akan Terjadi Pada Pengidap Infeksi Corona Kritis

Jika terlintas pertanyaan, bagaimana korban corona dengan tingkat yang kritis? Pada tingkatan ini, virus corona sudah tidak lagi berada di tabung bronkial, tetapi sudah masuk jauh ke dalam paru-paru. Hal ini akan berdampak pada jaringan yang terlibat dalam pertukaran gas, yang mana bertugas untuk mendapatkan udara yang baik dan udara yang buruk.

Di tahap ini, pasien akan merasakan sesak napas yang sangat parah. Seseorang dengan tingkatan seperti ini akan mengembangkan pneumonia dari virus itu sendiri. Ingat, kondisi ini SANGAT BERBEDA dengan gejala yang terjadi pada seseorang yang terkena flu, yang mana pengidap flu hanya dapat mengembangkan pneumonia sebagai infeksi sekunder.

Pneumonia pada virus corona lebih memengaruhi sebagian besar atau bahkan semua paru-paru. Sehingga, bukan hanya bagian-bagian tertentu saja.

Di saat pasien sudah mengidap pneumonia yang sangat parah terlepas apapun penyebabnya, pasien sepert ini akan mengalami penurunan fungsi paru-paru. Melihat kondisi ini, ada kemungkinan apabila virus corona bisa menyebabkan kerusakan paru-paru permanen.

Bagaimana Pneumonia Dapat Berkembang?

Saat seseorang sedang terinfeksi batuk dan demam, maka kedua hal ini adalah hasil dari infeksi yang sudah mencapai tabung bronkial, yang merupakan saluran udara yang menyalurkan udara antara paru-paru dan bagian luarnya.

Jika kondisinya semakin memburuk, infeksi tersebut akan melewati lapisan rongga napas dan menuju ke bagian pertukaran gas yang berada di antara dinding alveoli dan kapiler. Apabila sudah terinfeksi, bagian ini nantinya akn merespons dengan membawa material peradangan ke dalam kantung udara yang berada tepat di bagian bawah paru-paru manusia.

Jika kantung udara sudah meradang, kondisi ini tentunya akan menyebabkan lender dan sel radang akan tumpah ke paru-paru. Mulai dari sinilah pneumonia terjadi. Di saat paru-paru berisi lendir, berarti paru-paru tidak akan dapat mengalirkan oksigen yang cukup ke aliran darah, mengurangi kemampuan tubuh untuk bisa mendapat oksigen yang cukup dan mengeluarkan karbon dioksida.

Mulai Jaga Kesehatan

Untuk itu, pemerintah sangat menganjurkan agar Anda sebaiknya tetap tidak melakukan kegiatan di luar rumah. Sebab, melihat tingginya penyebaran virus corona di Indonesia, menjadi bukti bahwa virus ini bukanlah virus main-main yang bisa disembuhkan begitu saja.

Selain itu, penyakit kritis corona juga bisa dihindari dengan memulai pola hidup yang sehat. Ada begitu banyak tips hidup sehat yang dapat kamu ikuti, antara lain:

  1. Menjaga asupan makanan
  2. Istirahat yang cukup
  3. Olahraga secara teratur
  4. Kendalikan stres dengan baik
  5. Pastikan pikiran tetap positif

Yuk, hindari penyebaran COVID-19 dengan tidak keluar rumah, supaya virus corona di Indonesia ini bisa segera selesai. Jangan lupa juga doakan negara Indonesia tercinta ini, agar mereka yang menjadi garda depan di era pandemi global akibat corona, bisa tetap senantiasa membantu yang terinfeksi dengan baik.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI lang

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda lang