20 Like
Finansial

Biaya Sekolah Penerbangan Untuk Para Calon Pilot

PFI Mega Life
20 Jul 2020
Biaya sekolah penerbangan untuk menjadi seorang pilot rata-rata berkisar Rp 7 00 juta-1 miliar bergantung paket lisensi yang ditawarkan.

Biaya Sekolah Penerbangan Untuk Para Calon Pilot

Pilot kerap menjadi cita-cita banyak anak. Tidak mengherankan memang, pasalnya selain bergengsi, pekerjaan menjadi pilot menjanjikan kenyamanan finansial. Seorang pilot pesawat komersial di Indonesia bahkan bisa mengantongi gaji hingga Rp 70 juta dalam sebulan. Itu belum termasuk pendapatan tambahan sesuai jam terbang.

Hanya saja ketika memutuskan ingin menjadi pilot, Anda tentunya perlu memikirkan pula biaya sekolah penerbangan yang tidak sedikit. Rata-rata untuk bisa menjadi seorang pilot komersial, seseorang harus menggelontorkan hingga ratusan juta rupiah guna biaya pendidikannya. Dengan biaya sekolah penerbangan yang terkategori mahal, tak heran akhirnya gaji para pilot pun terbilang fantastis.

Namun, tentunya ketika memilih untuk mengambil sekolah penerbangan, ada banyak pertimbangan yang mesti Anda lakukan. Tidak hanya mengukur soal biaya sekolah penerbangan, berikut ini adalah faktor-faktor lain yang harus Anda teliti sebelum memilih masuk ke suatu sekolah penerbangan.

 

Pertimbangan Memilih

Setidak ada empat komponen yang sebaiknya Anda pikirkan masak-masak sebelum memutuskan masuk ke suatu sekolah penerbangan. Jika keempat komponen ini terpenuhi, Anda bisa melanjutkan rencana untuk menempuh pendidikan sebagai seorang pilot di sekolah tersebut. Jika tidak, mempertimbangkan pilihan sekolah penerbangan lainnya pun perlu dipikirkan.

1.  Fasilitas dan Pengajar

Ketika memutuskan hendak melanjutkan pendidikan ke sekolah penerbangan untuk menjadi seorang pilot, carilah sekolah dengan pengajar yang mumpuni. Mumpuni dalam hal ini terkait dengan kedisiplinannya dalam mengajar serta lisensi yang dimilikinya. Tidak hanya itu, pastikan pula sekolah penerbangan yang Anda pilih memiliki fasilitas penunjang untuk latihan penerbangan yang baik, seperti pesawat latih dan bandaranya.

Dengan pengajar yang mumpuni, mental Anda akan terbentuk sebagai seorang pilot yang profesional. Anda pun bisa mempelajari berbagai metode penerbangan dari instruktur tersebut. Lalu dengan fasilitas yang baik, Anda juga bisa mengenai berbagai merasakan secara nyata bagaimana kondisi ketika membawa pesawat ketika akhirnya menjadi pilot nanti.

2.  Kredibilitas Alumni

Tujuan akhir Anda ketika memutuskan masuk ke sekolah penerbangan tentunya ingin menjadi pilot profesional. Karena itu, kepastian kerja selepas pendidikan sangat penting diperhitungkan. Anda bisa mengecek peluang kepastian kerja dari suatu sekolah penerbangan dari kredibilitas alumninya.

Setiap sekolah penerbangan umumnya menjanjikan kepastian kerja yang luar biasa selepas pendidikan. Karena iming-iming tersebut pula, mereka dengan percaya diri menawarkan paket biaya sekolah penerbangan yang terbilang sangat tinggi. Namun, Anda harus mengecek sendiri kepastian tersebut dengan mempertimbangakn kondisi para alumni dari sekolah tersebut. Untuk mengeceknya, Anda bisa membuka profil pilot-pilot yang bekerja di suatu maskapai. Umumnya mereka menampilkan nama sekolah tempat mereka menempuh pendidikan terbang.

Semakin banyak pilot yang bekerja profesional dari sekolah tersebut, artinya kesempatan kerja dari sekolah tersebut semakin baik. Jika tidak, baiknya Anda memikirkan ulang memilih sekolah penerbangan tersebut. Sebab tidak bisa dimungkiri, saat ini banyak alumnus dari sekolah pilot yang pada akhirnya menganggur karena belum mendapatkan pekerjaan sebagai pilot profesional, entah sebagai instruktur ataupun sebagai pilot pesawat komersial.

3.  Kelengkapan Lisensi

Untuk menjadi seorang pilot profesional khususnya yang aktif di penerbangan komersial, Anda mesti memiliki berbagai lisensi. Lisensi-lisensi tersebut umumnya disediakan sekolah penerbangan, tetapi tidak semuanya.

Setidaknya untuk bisa menjadi pilot komersial, Anda mesti memiliki empat lisensi penerbangan, yakni private pilot license (PPL), commercial pilot license (CPL), instrument rating (IR), dan multi-engine rating (MER). PPL merupakan lisesnsi dasar bagi pilot untuk bisa menerbangan pesawat guna kepentingan pribadi.

CPR merupakan lisensi agar pilot bisa menerbangan pesawat bermesin tunggal secara pribadi ataupun komersial. Lisensi IR diperlukan guna memastikan pilot tersebut memiliki kualifikasi dalam penerbangan malam. Lisensi MER diperlukan sebagai syarat seorang pilot berhak menerbangan pesawat bermesin ganda.

Sayangnya, ada saja sekolah penerbangan yang hanya menyediakan tiga lisensi penerbangan untuk Anda. Lisensi MER kerap menjadi yang tidak diikutkan dalam pendidikan di sekolah penerbangan. Padahal lisensi MER sangat penting sebab menunjukkan Anda memiliki kemampuan untuk menerbangan pesawat mesin ganda yang umumnya merupakan jenis pesawat komersial.

Karena itulah, jika Anda memang bercita-cita menjadi seorang pilot komersial, pastikan sekolah penerbangan yang Anda pilih juga menyediakan lisensi MER. Lisensi ini akan membuat Anda lebih leluasa dalam berkarier nantinya.

4.  Jam Terbang

Biaya Sekolah Penerbangan Untuk Para Calon Pilot

Banyak maskapai mensyaratkan jumlah jam terbang minimal bagi para calon pilot komersialnya. Karena itulah, carilah sekolah penerbangan yang memang menyediakan latihan terbang melebihi jam terbang rata-rata yang dicari maskapai.

Secara umum, maskapai mencari pilot yang memiliki jadwal penerbangan riil minimal 180 jam. Namun nyatanya, masih ada sekolah penerbangan yang hanya memberikan 160 jam terbang riil kepada anak didiknya. Karena itu, penyeleksian mesti lebih ketat. Disarankan Anda mencari sekolah penerbangan yang menyediakan jam terbang riil setidaknya 200 jam agar nantinya Anda lebih mudah mendapatkan pekerjaan di maskapai komersial.

5.  Biaya Pendidikan

Setelah melihat keempat faktor di atas terpenuhi di sebuah sekolah penerbangan, Anda juga harus menyesuaikannya dengan isi dompet. Rata-rata sekolah yang menyediakan pendidikan sebagai pilot memang memiliki biaya sekolah penerbangan yang cukup tinggi di level ratusan juta. Namun, ada perbedaan-perbedaan kecil yang perlu Anda lebih selidiki.

Perbedaan yang perlu Anda selidiki terkait dengan keringanan yang kerap diberikan sekolah penerbangan tersebut kepada para anak didiknya. Keringanan yang diberikan biasanya mengarah pada jalur prestasi ataupun sekadar keringanan untuk mencicil biaya sekolah penerbangan tersebut. Namun, apa pun keringanan tersebut, dengan pertimbangan biaya yang sangat tinggi, rasanya keringanan sekecil apa pun bisa sangat berarti.

 

Biaya Sekolah Penerbangan di Indonesia

Saat ini setidaknya ada 11 sekolah penerbangan yang ada di nusantara. Khusus untuk biaya tiap sekolah, berikut ini beberapa rinciannya yang bisa menjadi pertimbangan Anda dalam memilih sekolah.

1.  Bali International Flight Academy (BIFA)

Sekolah penerbangan yang memiliki markas di Buleleng, Bali, ini menjadi salah satu favorit di Indonesia. Pasalnya, banyak alumni dari BIFA yang sukses menjadi pilot profesional di berbagai maskapai nasional, mulai dari maskapai Garuda Group, Lion Group, juga AirAsia.

Biaya sekolah penerbangan di BIFA hampir mencapai Rp 700 juta untuk 1,5 tahun pendidikan. Dari pendidikan terbang selama itu, Anda akan memperoleh lisensi PPL, CPL, dan IR. BIFA sebenarnya juga menyediakan program untuk empat lisensi, termasuk MER, selama 2 tahun pendidikan. Hanya saja, biayanya lebih tinggi.

2.  Aero Flyer Institute

Sekolah penerbangan ini memiliki markas di Bandara Budiarto, Tangerang. Namun, latihan terbangnya kerap dilakukan di tiga area, yakni Bandara Budiarto sendiri, Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, seta Bandara Cakrabhuwana Cirebon.

Aero Flyer Institute merupakan sekolah penerbangan swasta tertua kedua di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 2006. Sekolah penerbangan ini menawarkan paket pendidikan 2 tahun untuk bisa memperoleh empat lisensi, yakni PPL, CPL, IR, dan MER. Biaya sekolah penerbangan ini untuk program mencapai hampir Rp 850 juta.

3.  Deraya Flying School

Deraya Flying School merupakan sekolah penerbangan tertua di Indonesia yang sudah berdiri sejak 1972. Bandara Halim Perdanakusuma menjadi markas latihan dari sekolah penerbangan ini.

Deraya menyediakan dua paket pendidikan penerbangan bagi Anda. Untuk paket pendidikan tiga lisensi dengan durasi pendidikan 1,5 tahun biayanya mencapai Rp 855 juta. Sementara itu, untuk paket pendidikan empat lisensi, Anda harus merogoh kocek sebesar Rp 1 miliar untuk bisa menempuh pendidikan selama 2 tahun di Deraya.

4.  Alfa Flying School

Sekolah penerbangan ini juga memiliki markas di Bandara Halim Perdanakusuma. Sekolah penerbangan ini sendiri sudah berdiri sejak 2007.

Sampai saat ini Alfa Flying School baru menyediakan paket pendidikan 1,5 tahun untuk memperoleh tiga lisensi, yaitu PPL, CPR, dan IR. Biaya sekolah penerbangan untuk paket tersebut sebesar Rp 765 juta.

5.  Nusa Flying International (NFI)

Saat ini markas sekolah penerbangan tersebut ada di area Kalimalang, Bekasi. Namun, latihan terbang NFI lebih banyak dilakukan di Bandara Ahmad Yani, Semarang dan Bandara Raden Inten II, Bandar Lampung.

Biaya sekolah penerbangan yang telah berdiri sejak 2008 ini berkisar Rp 830 juta. Biaya tersebut merupakan paket untuk memperoleh lisensi PPL, CPR, dan IR selama 1,5 tahun. Sementara itu, NFI memang belum memiliki pendidikan untuk lisensi MER.

6.  Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug

Biaya Sekolah Penerbangan Untuk Para Calon Pilot

Sekolah penerbangan yang satu ini merupakan sekolah kedinasan yang berada di Kementerian Perhubungan. STPI Curug sudah berdiri sejak 1952 dan sampai saat ini masih menjadi rujukan favorit bagi para calon pilot guna menempuh pendidikan.

Salah satu alasan yang membuat STPI Curug terus digandrungi karena biaya sekolah penerbangan ini tergolong rendah dibandingkan sekolah lainnya. Biaya rendah tersebut dikarenakan STPI Curug mendapatkan subsidi dari pemerintah.

7.  Akademi Teknik dan Keselamatan (ATKP) Surabaya

Akademi yang satu ini bukan hanya menjadi sekolah penerbangan bagi para calon pilot. ATKP Surabaya yang berdiri sejak 1989 ini juga menjadi tempat pendidikan bagi para calon teknisi dan tenaga terkait penerbangan.

Biaya sekolah penerbangan di ATKP Surabaya juga relatif lebih rendah dibandingkan sekolah-sekolah penerbangan swasta. Pasalnya, akademis ini masih berafiliasi dengan Ditjen Perhubungan Udara Surabaya.

8.  Perkasa Flight School

Sekolah penerbangan yang satu ini kerap melaksanakan penerbangan di beberapa bandara Indonesia. Hanya saja, kantor pusatnya berada di Jakarta Selatan. Saat ini, Perkasa Flight School sudah menyediakan dua paket pendidikan terbang bagi para calon pilot.

Paket pendidikan pertama berdurasi 1,5 tahun untuk memperoleh lisensi PPL, CPR, dan IR. Biaya sekolah penerbangan untuk paket ini berada di kisaran Rp 650 juta. Paket pendidikan satu lagi dari Perkasa Flight School berdurasi 2 tahun dengan adanya tambahan lisensi MER dengan biaya pendidikan Rp 725 juta.

9.  Genesa Flight Academy

Sekolah penerbangan yang satu ini memiliki markas dan area latihan di Tulung Wulung, Cilacap. Genesa Flight Academy yang berdiri pada 2012 ini sampai saat ini hanya menyediakan satu paket pendidikan untuk pemerolehan lisensi PPL, CPR, IR, dan MER bagi para peserta didiknya.

Genesa memberikan durasi pendidikan yang lebih singkat untuk paket pendidikan tersebut. Jika rata-rata untuk keempat lisensi diperlukan waktu 2 tahun, Genesa menyediakan program tersebut hanya dalam 14 bulan. Biaya sekolah penerbangan ini untuk program tersebut berkisar US$ 66.500.

10.  Flybest Flight Academy

Sekolah penerbangan yang satu ini berlokasi di Bandara Hang Nadim, Batam. Flybest Flight Academy saat ini hanya menyediakan satu paket pendidikan untuk pemerolehan tiga lisensi terbang, yakni PPL, CPR, dan IR.

Durasi pendidikan untuk paket di Flybest Flight Academy juga relatif lebih singkat karena hanya memerlukan waktu 14 bulan, sedangkan di sekolah penerbangan lain rata-rata 18 bulan. Biaya sekolah penerbangan ini sendiri berada di kisaran US$ 67.500.

11.  Bandung Pilot Academy

Bandung Pilot Academy memiliki markas di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Sekolah penerbangan ini juga hanya memiliki satu paket pendidikan terbang untuk pemerolehan empat lisensi, yakni PPL, CPR, IR, dan MER.

Akademi penerbangan ini menawarkan paket pendidikan tersebut dengan durasi yang sangat singkat, yaitu 12 bulan. Biaya sekolah penerbangan ini sendiri berada di kisaran Rp 850 juta.

Sekarang Anda sudah terlalu bingung bukan memilih ke mana sekolah penerbangan untuk bisa menjadi seorang pilot profesional. Selain persiapan dana dan bahasa Inggris yang mumpuni, untuk menjadi pilot Anda juga harus memperhatikan kesehatan. Karena itulah, memiliki asuransi kesehatan yang terpercaya seperti dari PFI Mega Life, tidak boleh luput oleh calon pilot. Jangan sampai Anda sudah mengeluarkan biaya sekolah penerbangan yang begitu besar, namun Anda sulit menjalani profesi sebagai pilot profesional karena kendala kesehatan.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI lang

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda lang