Kanker serviks adalah jenis kanker yang tumbuh pada sel-sel di bagian serviks, bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina (mulut rahim). Kanker serviks sering menyerang wanita tanpa peringatan medis tertentu. Tanda-tanda kanker serviks seringnya bersifat silent alias tidak menunjukkan gejala hingga tahap akhir. Karena itu, penting bagi setiap wanita untuk mawas diri dan mengenali ciri-ciri kanker serviks sejak dini.
Kanker serviks adalah kanker yang terjadi karena ada perubahan sel pada bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Bagian ini disebut juga dengan istilah serviks. Kanker serviks bisa menyerang jaringan dalam serviks lalu menyebar ke organ lain di dalam tubuh, terutama bagian paru-paru, hati, kantung kemih, vagina, dan rektum.
Hingga kini, tidak diketahui secara pasti apa penyebab kanker serviks pada wanita. Namun, riset membuktikan pada kebanyakan kasus kanker serviks disebabkan virus HPV (Human Papillomavirus); sejenis virus umum yang ditularkan melalui hubungan seksual.
Ada hingga 100 jenis virus HPV yang sebagian besar tidak berbahaya. Namun, ada pula beberapa jenis yang bisa menyebabkan pertumbuhan sel abnormal dan akhirnya menjadi kanker. Kabar baiknya, sudah tersedia vaksin HPV yang bisa membantu mencegah tumbuhnya kanker serviks pada wanita.
Wanita berusia 35-44 tahun adalah golongan usia yang rentan terserang kanker serviks. Hingga 15% dari kasus baru kanker serviks terjadi pada wanita di atas usia 65 tahun; terutama yang tidak melakukan prosedur pemeriksaan vagina secara rutin. Seorang wanita juga mungkin bisa memiliki risiko kanker serviks yang lebih tinggi jika:
Kanker serviks terbagi atas dua jenis, yaitu karsinoma sel skuamosa (KSS). Ini adalah jenis kanker serviks yang paling sering terjadi. KSS bermula pada sel skuamosa, yaitu sel yang melapisi bagian luar leher rahim. Jenis yang kedua adalah adenokarsinoma. Jenis kanker serviks ini bermula pada sel kelenjar pada saluran leher rahim. Pada kasus yang jarang, kedua jenis kanker serviks di atas dapat terjadi secara bersamaan.
Stadium atau tahapan tingkat penyebaran kanker serviks bisa dibagi atas:
Sel kanker tumbuh di permukaan leher rahim, tetapi belum menyebar ke luar rahim. Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, tetapi belum menyerang organ di sekitarnya. Ukuran kanker bervariasi, bahkan bisa lebih dari 4 cm.
Kanker sudah menyebar ke rahim, tetapi belum menyebar hingga ke bagian bawah vagina atau dinding panggul. Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, tetapi belum menyerang organ sekitarnya. Ukuran kanker bervariasi, bahkan bisa lebih dari 4 cm.
Kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina serta menekan saluran kemih dan menyebabkan hidronefrosis. Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, tetapi belum menyerang organ sekitarnya.
Kanker telah menyebar ke organ lain, seperti kandung kemih, hati, paru-paru, usus, atau tulang.
Penelitian mengungkapkan angka harapan hidup penderita kanker serviks tergantung stadium yang dialami. Meski demikian, angka harapan hidup hanya hitungan persentase penderita yang masih hidup, lima tahun setelah didiagnosis menderita kanker serviks.
Pertumbuhan kanker serviks sesungguhnya tidak cepat, bahkan tergolong lambat dan perlahan. Hanya saja, ciri-ciri kanker serviks sering tidak terdeteksi karena hampir tidak menunjukkan gejala sama sekali. Padahal, jika cepat diketahui, kemungkinan besar penderita kanker serviks bisa segera melakukan pengobatan yang tepat sebelum kanker berkembang menjadi masalah serius.
Karena itu, segera perhatikan delapan tanda kanker serviks berikut untuk pencegahan dini terbaik:
Jika terjadi pendarahan di vagina di luar siklus haid atau menstruasi yang tidak teratur dan dalam jumlah banyak, ini bisa jadi salah satu tanda-tanda kanker serviks. Walaupun ada juga penyebab pendarahan yang tidak berkaitan dengan kanker.
Pendarahan abnormal juga bisa terjadi pada masa pascamenopause, yang bisa jadi ciri-ciri kanker serviks. Menurut ahli kesehatan, pendarahan yang tidak normal sepatutnya menjadi perhatian dan lebih baik dikonsultasikan kepada dokter profesional.
Pendarahan yang terjadi setelah berhubungan seks juga bisa menjadi tanda-tanda kanker serviks yang sering diabaikan. Kanker serviks terjadi di bagian serviks yang merupakan bagian bawah rahim yang sempit dan terhubung ke vagina.
Jika memang terjadi kanker serviks, sel-sel terus berkembang secara tidak normal sehingga berpotensi membentuk gumpalan jaringan yang bersifat kanker. Gumpalan inilah yang bisa berdarah saat selesai berhubungan seks karena gesekan.
Ciri-ciri bercak vagina yang tidak wajar antara lain berair, berbau tidak sedap, berwarna pucat atau cokelat, dan terkadang bercampur dengan darah. Ini bisa jadi tanda-tanda kanker serviks yang cukup umum.
Normalnya, wanita memang bisa mengeluarkan lendir dari vagina dalam berbagai bentuk, warna, dan tekstur. Namun, jika bercak atau lendir vagina terlihat berbeda dari segi warna maupun bau, ini bisa jadi pertanda ada jaringan sel mati yang disebabkan oleh kanker serviks. Anda dianjurkan untuk tidak merasa malu sehingga menunda konsultasi kepada dokter untuk bantuan medis ahli.
Sakit punggung bisa disebabkan banyak faktor. Namun, untuk kanker serviks stadium lanjut, tanda-tandanya bisa meliputi sakit punggung dan juga sakit pada pelvis (panggul). Nyeri pada punggung ini hampir sama dengan rasa sakit yang sering dirasakan wanita saat menstruasi. Jika hal ini terjadi, besar kemungkinan ukuran kanker serviks semakin membesar dan menekan pada bagian tulang punggung belakang.
Banyak penyebab wanita merasa sakit saat berhubungan intim, dan memang kebanyakan tidak selalu berhubungan dengan kanker. Namun, jika Anda merasakan sakit saat berhubungan seks, ditambah dengan tanda-tanda kanker serviks lain yang sudah disebutkan, ada kemungkinan tumbuhnya tumor atau kanker serviks di antara jaringan reproduksi. Gesekan saat berhubungan badan berpotensi menimbulkan rasa sakit yang tidak wajar.
Tanda-tanda kanker serviks sering tidak terdeteksi, hingga rasa sakit atau gejala lain bermunculan, contohnya tekanan pada saraf. Saat ukuran tumor terus membesar, kanker akan mengambil ruang di sekeliling jaringan lunak di dalam tubuh. Akibatnya, saraf menjadi tertekan dan menyebabkan rasa sakit. Salah satu ciri-ciri kanker serviks stadium akhir bisa terlihat pada salah satu bagian kaki yang membengkak.
Sama seperti gejala kanker lainnya, tanda-tanda kanker serviks stadium akhir bisa menyebabkan kehilangan selera makan dan penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan. Tumor pada kanker serviks bisa mengakibatkan produksi protein cytokine. Protein ini bukan saja menekan selera makan tetapi juga merubah mekanisme metabolisme, yaitu memecahkan sel lemak lebih cepat dibanding normalnya. Akibatnya, tubuh kehilangan massa otot dan mempercepat penurunan berat badan yang tidak wajar.
Jika Anda sering merasa lelah dan energi terkuras tanpa sebab jelas, ini juga bisa menjadi tanda-tanda kanker serviks yang patut diperhatikan; terutama jika dikombinasikan dengan gejala kanker serviks lainnya. Ini karena tubuh sedang bekerja ekstra keras untuk melawan penyakit sehingga cepat merasa lelah.
Dalam studi pada 2017 yang dipublikasikan Gynecologic Oncology, hampir 1 dari 4 penderita kanker serviks yang sembuh pernah mengalami rasa lelah kronis selama 11 tahun lamanya.
Untuk mengurangi risiko kanker serviks, perhatikan beberapa langkah pencegahan berikut:
Sehubungan dengan bahaya penyakit kritis pada wanita seperti kanker serviks, lengkapi proteksi kesehatan dan jiwa dari risiko akibat kanker. Dibutuhkan waktu, tenaga, dan pastinya biaya yang besar untuk melawan penyakit kritis seperti kanker serviks, terutama melalui perawatan rawat inap, rawat jalan, dan kemoterapi.
PFI Mega Life menyadari pentingnya asuransi untuk membebaskan kekhawatiran terhadap penderita kanker yang membutuhkan pertolongan dan perawatan jangka panjang. Dengan asuransi penyakit kritis PFI Mega Life Mega Comforta, biaya pengobatan akan bisa menjadi jauh lebih ringan sehingga penderita bisa fokus pada kesembuhan. Adanya ketenangan secara finansial dari asuransi penyakit kritis PFI Mega Life Mega Comforta bisa menjadi pengganti dana darurat dalam masa pengobatan.
Pastikan Anda memilih asuransi penyakit kritis PFI Mega Life Mega Comforta yang terpercaya kredibilitasnya. Konsultasikan seluruh kebutuhan pemilihan produk asuransi yang paling tepat untuk Anda dan keluarga. Pilih jenis asuransi yang sesuai premi sesuai kondisi keuangan, dan pastinya manfaat asuransi yang paling ideal bagi Anda dan keluarga.