Kesehatan

Ketahui Pertolongan Pertama Serangan Jantung Agar Nyawa Terselamatkan!

PFI Mega Life
11 Feb 2021
Ketahui bagaimana cara pertolongan pertama serangan jantung agar Anda dapat membantu menyelamatkan nyawa orang yang terkena serangan jantung.

Ketahui Pertolongan Pertama Serangan Jantung Agar Nyawa Terselamatkan!

Serangan jantung adalah kondisi ketika darah yang menuju ke jantung terhambat. Bila aliran darah ke jantung terhambat, otot jantung tidak mendapat suplai darah yang cukup sehingga tidak dapat mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Kondisi tersebut bisa berakibat fatal, mulai dari merusak otot jantung hingga mengakibatkan kematian. Namun, bila orang yang memperlihatkan gejala serangan jantung segera mendapat penanganan yang tepat, nyawanya dapat terselamatkan.

Pertolongan pertama serangan jantung yang diberikan kepada penderita serangan jantung perlu diberikan secepat mungkin untuk menyelamatkan nyawanya. Semakin cepat penderita tiba di rumah sakit, harapan hidupnya akan semakin besar. Risiko kerusakan jantung lebih luas juga dapat berkurang.

\Bila ada anggota keluarga atau orang terdekat Anda yang memiliki penyakit jantung, sebaiknya Anda mengetahui seperti apa pertolongan pertama serangan jantung. Dengan demikian, Anda dapat memberikan pertolongan yang tepat saat orang tersebut mengalami serangan jantung.

Ketahui juga apa saja gejala serangan jantung dan tindakan yang tidak boleh dilakukan saat melihat seseorang mengalami serangan jantung.

 

Kenali Gejala Serangan Jantung

 

Mengenali gejala serangan jantung merupakan langkah awal yang penting dalam menolong orang yang mengalami serangan jantung. Dalam situs Alodokter dijelaskan, gejala-gejala serangan jantung yang patut Anda pahami:

  • Dada terasa nyeri, seperti tertekan benda berat atau tertarik. Rasa sakit ini dapat berlangsung selama beberapa menit.
  • Nyeri dada yang menjalar ke lengan, pundak kiri, punggung, leher, rahang, tulang dada, dan tubuh bagian atas.
  • Sesak napas.
  • Mual, muntah, nyeri di ulu hati.
  • Tubuh terasa sangat lemas dan pusing.
  • Keluar keringat dingin.
  • Detak jantung cepat atau tidak beraturan.

Berbagai gejala tersebut ada yang muncul secara tiba-tiba dan intens, namun ada juga yang diawali dengan ketidaknyamanan seperti berikut:

  • Rasa tidak nyaman di dada, misalnya, jantung seperti diremas-remas, terasa ada tekanan atau nyeri di bagian tengah dada. Gejala ini biasanya berlangsung selama lebih dari beberapa menit dan tidak intens; bisa muncul, hilang, kemudian muncul lagi.
  • Rasa tidak nyaman di bagian atas tubuh, misalnya, di satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang atau perut.
  • Sakit kepala ringan. Selain menjadi tanda dari berbagai masalah kesehatan, sakit kepala juga ternyata bisa menandakan serangan jantung pada tahap awal. Dalam situs Kontan disebutkan, gejala ini biasanya dialami oleh perempuan, yang merasa seolah-olah akan pingsan saat mencoba berdiri atau memaksakan diri untuk berdiri.
  • Sesak napas. Pada perempuan, sebelum serangan jantung terjadi, sesak napas biasanya muncul bersamaan dengan rasa lelah yang ekstrem.
  • Kelelahan. Dalam situs Klikdokter disebutkan bahwa ada penderita serangan jantung yang sekitar sebulan sebelumnya mengalami kelelahan berlebih sehingga tidak dapat mengerjakan aktivitas ringan dan sederhana.

Selain itu, gejala-gejala berikut juga perlu diwaspadai untuk mendeteksi serangan jantung:

  • Kegelisahan
  • Batuk
  • Pingsan
  • Sakit kepala ringan dan pusing
  • Mual dan muntah
  • Palpitasi (jantung berdetak terlalu cepat atau tidak teratur)
  • Mengeluarkan banyak keringat

 

Cara Memberikan Pertolongan Pertama saat Terjadi Serangan Jantung

Ketahui Pertolongan Pertama Serangan Jantung Agar Nyawa Terselamatkan!

Saat melihat seseorang mengalami serangan jantung, reaksi pertama Anda mungkin panik dan cemas. Namun, bila Anda sudah memiliki pengetahuan tentang gejala serangan jantung maupun pertolongan pertama serangan jantung, Anda dapat lebih aktif menolong orang tersebut.

Dalam situs Halodoc dijelaskan, gejala serangan jantung dapat berlangsung selama 20 menit atau lebih. Untuk menolong penderita serangan jantung, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut.

  • Hubungi rumah sakit atau ambulans untuk meminta bantuan medis.
  • Bantu penderita untuk duduk di kursi atau lantai atau bersandar pada dinding. Duduk di lantai lebih disarankan karena menghindari kemungkinan penderita cedera atau jatuh bila ia tiba-tiba pingsan.
  • Longgarkan pakaian yang dikenakan penderita, misalnya membuka kerah atau kancing pakaiannya agar ia dapat bernapas dengan lebih leluasa.
  • Tanyakan kepada penderita apakah ia membawa obat-obatan untuk penyakit jantungnya. Bila iya, Anda dapat mengambilkan dan membantunya meminum obat tersebut. Biasanya obat untuk serangan jantung dilengkapi keterangan “dikonsumsi dengan ditaruh di bawah lidah”.
  • Jika rasa sakit tak hilang dalam waktu 3 menit setelah penderita meminum obatnya, segera bawa ia ke rumah sakit terdekat.
  • Bila pasien tiba-tiba tidak sadarkan diri atau mengalami henti jantung, segera lakukan resusitasi jantung paru (RJP). Begini tahapan melakukan RJP:
    • Pindahkan penderita ke tempat yang aman.
    • Informasikan kepada orang lain di sekitar bahwa Anda hendak melakukan RJP untuk menolong penderita serangan jantung.
    • Lakukan RJP yang terdiri atas kompresi dada dan pemberian pernapasan buatan.
    • Kompresi dada dilakukan dengan menekan dengan kekuatan penuh serta berirama pada setengah bagian bawah dari tulang dada. Anda dapat menentukan bagian tersebut dengan menarik garis di antara kedua puting payudara. Tekanan tersebut bertujuan menggantikan kerja jantung dalam memompa darah dan mengantar oksigen ke organ penting seperti otak.
    • Pernapasan buatan dilakukan setelah Anda memberikan kompresi dada. Caranya adalah memberikan embusan napas ke mulut pasien selama 1 detik (jangan terlalu lama). Pastikan embusan napas yang Anda masukkan ke mulut pasien tidak bocor keluar dan benar-benar dapat menggembungkan dada pasien.
    • Lakukan 30 kompresi dada, dilanjutkan dengan 2 kali pernapasan buatan. Ulangi siklus ini sampai bantuan medis datang. Bila kelelahan, Anda dapat melakukannya secara bergantian dengan orang lain di dekat Anda.
  • Bila Anda tidak memiliki pengetahuan untuk melakukan RJP, Anda dapat melakukan tindak kompresi dada dengan cara yang diterangkan dalam situs Alodokter berikut:

Letakkan satu telapak tangan di bagian tengah dada penderita, lalu letakkan tangan satunya di atas tangan pertama. Eratkan jari-jari kedua tangan dan lakukan penekanan pada dada hingga 5–6 cm ke bawah, lalu lepaskan. Lakukan tindak kompresi dada ini sebanyak 100–120 kali tiap menit hingga pertolongan datang atau pasien merespons. Bila Anda kelelahan, bergantianlah dengan penolong lain.

  • Jika di dekat Anda terdapat alat automated external defibrillator (AED), gunakan alat tersebut untuk menolong penderita. Cukup ikuti panduan penggunaan yang terdapat di alat.

 

Tindakan yang Tidak Boleh Dilakukan saat Terjadi Serangan Jantung

 

Saat memberi pertolongan pertama serangan jantung, pastikan Anda memahami juga tentang hal-hal yang tidak boleh dilakukan, di antaranya:

  • Panik sehingga menjadi bingung atau lambat dalam memberikan pertolongan.
  • Tidak mendudukkan penderita karena berisiko membuatnya terjatuh atau cedera.
  • Membaringkan penderita karena berisiko mengganggu jalan napas.
  • Memberikan makanan atau minuman apa pun melalui mulut.
  • Memberi aspirin 325 mg kepada penderita serangan jantung yang memiliki riwayat perdarahan dan alergi aspirin.
  • Menepuk-nepuk lengan penderita serangan jantung. Tindakan ini tidak efektif; alih-alih melakukan ini, sebaiknya Anda melakukan langkah-langkah pertolongan pertama serangan jantung.
  • Meninggalkan penderita sendirian; Anda perlu menemani penderita serangan jantung sampai bantuan medis tiba.

Penderita serangan jantung yang tidak mendapatkan pertolongan segera berisiko mengalami komplikasi hingga kematian. Berikut beberapa komplikasi akibat serangan jantung:

  • Aritmia (irama atau detak jantung tidak normal).
  • Gagal jantung.
  • Syok kardiogenik.
  • Jantung robek.

Setelah penderita serangan jantung mendapat bantuan medis, dokter akan menegakkan diagnosis serangan jantung dengan beberapa cara:

  • Elektrokardiografi (EKG).
  • Tes darah.
  • Rontgen dada.
  • Angiografi koroner.

 

Faktor Risiko Serangan Jantung

 

Dalam situs Halodoc dijelaskan bahwa penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama serangan jantung. PJK terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah yang memasok darah ke jantung.

Hal ini bisa terjadi akibat adanya timbunan kolesterol yang membentuk plak di dinding pembuluh darah. Ini sebabnya, orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi berisiko menderita penyakit jantung.

Selain PJK, ada beberapa kondisi lain yang juga dapat menjadi penyebab serangan jantung:

  • Aneurisma, yaitu saat ada kelemahan pada dinding pembuluh darah yang pada akhirnya tidak mampu menahan tekanan darah yang melewatinya.
  • Hipoksia, yaitu saat pasokan oksigen di dalam sel dan jaringan tubuh berkurang. Akibatnya, sel dan jaringan tubuh tidak bisa menjalankan fungsinya secara normal.
  • Penyalahgunaan obat-obatan. Obat jenis tertentu, yaitu stimulan saraf, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah koroner, menghambat pasokan darah, dan memicu serangan jantung.

Selain berbagai penyebab serangan jantung di atas, berikut sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko timbulnya serangan jantung:

  • Memiliki kadar kolesterol darah yang tidak normal (LDL tinggi, HDL rendah).
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Menderita penyakit diabetes mellitus.
  • Menderita obesitas.
  • Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Kurang banyak melakukan aktivitas fisik.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat PJK.
  • Usia; pria berusia di atas 45 tahun dan perempuan berusia di atas 55 tahun lebih rentan terkena serangan jantung.

Anda dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung dengan melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:

  • Memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh dan berserat.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Menghilangkan lemak berlebih di perut dan bagian tubuh lainnya.
  • Mengobati diabetes dan hipertensi.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol.
  • Mengelola stres dengan baik.

 

Pentingnya Perlindungan Berupa Asuransi Kesehatan

 

Selain menjauhi faktor risiko serangan jantung dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, Anda juga perlu memiliki perlindungan khusus dari risiko kerugian finansial akibat sakit. Mengapa?

Saat sakit, seseorang biasanya harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk membayar biaya pengobatan, rawat inap, dan lain-lain.  Pada kenyataannya, tidak semua orang memiliki dana tunai yang siap digunakan kapan saja, termasuk untuk membayar biaya pengobatan.

Salah satu cara mengantisipasi kondisi ini adalah dengan memiliki asuransi kesehatan yang akan membantu meringankan beban finansial Anda ketika Anda mendapat musibah sakit. Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda dapat fokus pada upaya pemulihan. Ini karena biaya pengobatan dan lain-lainnya akan ditanggung perusahaan asuransi, sesuai kesepakatan yang tercantum di polis Anda.

Pastikan Anda membeli asuransi kesehatan yang menawarkan manfaat maksimal dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Asuransi kesehatan Mega Hospital Investa dari PFI Mega Life memberikan perlindungan maksimal bagi Anda berupa manfaat santunan harian rawat inap, pengembalian premi (no-claim bonus), dan santunan meninggal dunia. Manfaat santunan rawat inap diberikan karena sakit atau kecelakaan, dan santunan rawat inap ICU/ICCU. Santunan meninggal dunia diberikan karena sakit dan kecelakaan.

Asuransi Mega Hospital Investa dapat menanggung anak mulai usia 6 bulan hingga orang dewasa berusia maksimal 59 tahun. Selain Anda dan anggota keluarga inti, asuransi kesehatan PFI Mega Life juga dapat menanggung saudara kandung yang belum menikah dan orang tua kandung. Masa perlindungan diberikan sampai tertanggung berusia 60 tahun.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI lang

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda lang