1 Like
Proteksi

15 Pertanyaan Tentang Asuransi Jiwa dan Kesehatan yang Selalu Diajukan Setiap Orang

PFI Mega Life
16 Mar 2021
Hindari kebingungan dengan menemukan jawaban dari berbagai pertanyaan tentang asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

15 Pertanyaan Tentang Asuransi Jiwa dan Kesehatan yang Selalu Diajukan Setiap Orang

Masih banyak orang yang belum yakin mengenai pentingnya memiliki asuransi sebagai bentuk perlindungan dari risiko kerugian finansial. Salah satu pertanyaan tentang asuransi yang masih cukup sering diajukan: mengapa saya perlu memiliki asuransi?

Padahal, banyak kondisi yang berpotensi membuat Anda mengalami kerugian finansial, misalnya saat mendadak sakit dan harus berobat atau dirawat inap. Contoh lain, Anda mengalami kecelakaan yang membuat Anda tidak bisa memperoleh pendapatan sehingga tidak bisa menafkahi keluarga.

Berbagai risiko tersebut tidak bisa diprediksi dan bisa terjadi kapan saja. Upaya yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi kejadian yang dapat mengakibatkan Anda mengalami kerugian finansial adalah dengan memiliki asuransi. Dua produk asuransi yang perlu menjadi prioritas Anda adalah asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

Anda mungkin bertanya-tanya apa alasannya. Yuk, simak jawaban dari berbagai pertanyaan tentang asuransi jiwa dan pertanyaan tentang asuransi kesehatan yang sering diajukan berikut.

 

15 Pertanyaan Tentang Asuransi Jiwa dan Kesehatan yang Sering Ditanyakan

15 Pertanyaan Tentang Asuransi Jiwa dan Kesehatan yang Selalu Diajukan Setiap Orang

1.  Perlukah memiliki asuransi jiwa?

Pertanyaan tentang asuransi jiwa ini bisa dibilang paling mendasar. Nyatanya, tidak semua orang perlu memiliki asuransi jiwa. Produk asuransi jiwa lebih penting bagi orang yang menjadi tulang punggung keluarga, sering bepergian, memiliki pekerjaan berisiko tinggi, dan memiliki utang jangka panjang. Manfaat utama asuransi jiwa adalah memberikan perlindungan finansial kepada keluarga apabila Anda meninggal dunia.

Perusahaan asuransi akan mencairkan premi yang Anda bayarkan dalam bentuk uang tunai kepada keluarga yang ditinggalkan. Uang tersebut dapat digunakan untuk membayar biaya pemakaman, membiayai kebutuhan sehari-hari, membayar utang atau cicilan yang belum terlunasi, dan lain-lain.

 

2.  Bagaimana cara memilih asuransi jiwa yang tepat?

Ada beberapa hal yang dapat Anda jadikan bahan pertimbangan dalam memilih asuransi jiwa yang tepat, yaitu:

  • Besarnya premi. Idealnya, alokasi dana untuk membayar premi asuransi jiwa adalah 10-20 persen dari pendapatan bulanan Anda.
  • Manfaat yang ditawarkan. Ada beberapa jenis asuransi jiwa yang menawarkan manfaat yang berbeda-beda. Mulai dari masa perlindungan yang ditentukan atau yang seumur hidup, sebagai tabungan, hingga sebagai instrumen investasi.
  • Reputasi perusahaan asuransi. Pelajari profil beberapa perusahaan asuransi, dan pilih perusahaan yang mempunyai rekam jejak baik.

 

3.  Kapan waktu terbaik membeli asuransi jiwa?

Saat Anda sudah menikah atau sudah memiliki tanggungan. Semakin cepat Anda membeli asuransi jiwa, premi yang harus Anda bayar akan lebih murah.

 

4.  Bagaimana perusahaan asuransi menentukan besaran premi yang harus dibayar?

Umumnya, perusahaan asuransi menentukan besaran premi berdasarkan profil calon pemilik polis. Beberapa faktor yang diperhatikan dalam profil tersebut adalah usia, riwayat kesehatan, gaya hidup, dan masa perlindungan.

 

5.  Apakah premi asuransi akan dikembalikan?

Ini termasuk salah satu pertanyaan tentang asuransi yang paling banyak diajukan. Survei Ipsos pada 2015 memperlihatkan bahwa pengembalian premi merupakan salah satu pertimbangan utama nasabah dalam memilih produk asuransi.

Jawaban dari pertanyaan ini tergantung pada jenis asuransi yang Anda beli. Beberapa produk asuransi memiliki fitur pengembalian premi yang disebut no claim bonus atau return on premium. Fitur ini menawarkan pengembalian premi dengan syarat tertentu. Misalnya, setelah kontrak asuransi berjalan dalam rentang waktu tertentu dan tidak terjadi klaim, Anda akan mendapatkan pengembalian premi. Fitur pengembalian premi ini banyak ditawarkan oleh produk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

 

6.  Siapa yang perlu memiliki asuransi kesehatan?

Setiap orang perlu memiliki asuransi kesehatan karena setiap orang memiliki risiko untuk sakit dan biaya kesehatan selalu mengalami kenaikan. Produk asuransi kesehatan dapat memberikan perlindungan kepada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

 

7.  Mengapa asuransi kesehatan perlu dimiliki?

Untuk memberikan perlindungan dari risiko kerugian finansial akibat sakit. Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda tidak perlu mengeluarkan uang tunai dalam jumlah besar saat tiba-tiba sakit, harus menjalani pengobatan atau bahkan sampai harus dirawat inap. Perusahaan asuransi akan menanggung biaya pengobatan Anda sesuai dengan ketentuan yang tertera di polis asuransi sehingga Anda dapat fokus pada proses pemulihan.

 

8.  Apa saja yang ditanggung oleh asuransi kesehatan?

Informasi mengenai apa saja yang ditanggung oleh asuransi kesehatan tercantum dalam polis yang telah Anda dan perusahaan asuransi sepakati bersama. Umumnya, asuransi kesehatan akan menanggung biaya berobat jalan penyakit yang sifatnya umum (bukan penyakit kritis), memberi santunan rawat inap, santunan di ruang ICU, dan santunan kematian. Namun, ada juga asuransi kesehatan yang bisa melindungi Anda dari risiko penyakit kritis seperti jantung atau kanker. Asuransi kesehatan penyakit kritis biasanya menanggung mulai dari biaya rawat inap hingga beberapa tindakan medis yang perlu dilakukan pihak rumah sakit.

 

9.  Apakah semua asuransi kesehatan menanggung hal yang sama?

Ini juga termasuk pertanyaan asuransi yang cukup sering diajukan. Jawabannya, cakupan tanggungan asuransi kesehatan bisa berbeda-beda antara produk satu dengan yang lain. Ada asuransi kesehatan yang menanggung biaya rawat inap, ada juga yang tidak. Selain itu, walaupun umumnya asuransi kesehatan tidak menanggung biaya perawatan penyakit kritis, ada juga produk yang menawarkan manfaat tersebut.

 

10.  Bagaimana cara memilih asuransi kesehatan?

Ketahui terlebih dulu kebutuhan Anda, baru pilih asuransi kesehatan yang paling sesuai. Misalnya, Anda rentan menderita penyakit tertentu sehingga berpotensi sering menjalani rawat inap, maka pastikan asuransi kesehatan yang Anda beli akan menanggung biaya rawat inap.

 

11.  Apakah nilai pertanggungan asuransi kesehatan dibatasi?

Biaya pertanggungan asuransi kesehatan memiliki batas tertinggi atau plafon. Semakin tinggi plafonnya, biasanya cakupan pembiayaannya semakin luas, dan kemungkinan Anda harus mengeluarkan uang tunai saat berobat semakin kecil.

 

12.  Apakah asuransi kesehatan bisa dipakai di semua rumah sakit?

Pertanyaan tentang asuransi kesehatan yang satu ini cukup sering diajukan karena nasabah umumnya ingin memiliki asuransi yang dapat digunakan di rumah sakit terdekat. Secara umum, asuransi kesehatan bisa dipakai di semua rumah sakit, namun, mekanismenya bisa berbeda-beda.

Di rumah sakit yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi tertentu, Anda dapat memanfaatkan fasilitas cashless saat menggunakan asuransi kesehatan di rumah sakit tersebut. Cukup berikan kartu keanggotaan asuransi kepada petugas rumah sakit, dan biaya berobat pun akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Jadi, Anda tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun saat berobat di rumah sakit tersebut.

 

13.  Bagaimana jika rumah sakit tempat Anda berobat tidak bekerja sama dengan asuransi kesehatan Anda?

Anda tetap dapat memperoleh manfaat perlindungan dari asuransi kesehatan, namun melalui sistem reimbursement. Artinya, Anda perlu membayar terlebih dulu biaya berobat, lalu mengajukan klaim ke perusahaan asuransi agar biaya tersebut diganti. Pastikan Anda memenuhi berbagai persyaratan untuk mengajukan klaim.

14.  Bagaimana cara mengajukan klaim asuransi kesehatan?

  • Polis dalam masa aktif, bukan masa tenggang atau terdapat pengecualian tertentu, seperti penyakit atau metode perawatan yang dikecualikan.
  • Isi formulir dengan menyertakan informasi yang lengkap dan benar.
  • Lengkapi dokumen persyaratan klaim (bukti pembayaran biaya perawatan dan tanda terima asli, laporan lengkap dari dokter asli, rincian biaya pengobatan dari dokter asli, dan biaya obat-obatan dan jasa yang diberikan).
  • Ajukan klaim secepatnya sebelum klaim Anda memasuki masa kedaluwarsa.

 

15.  Apa yang akan terjadi bila saya lupa membayar premi?

  • Status kepesertaan Anda akan ditangguhkan sementara. Artinya, Anda tidak bisa menggunakan manfaat dari produk asuransi ataupun mengajukan klaim.
  • Membayar denda.
  • Status kepesertaan Anda akan diblokir. Umumnya, pembayaran premi asuransi harus dilunasi dalam waktu 30 hari. Bila Anda menunggak hingga melebihi waktu tersebut, maka status kepesertaan Anda akan otomatis dibatalkan dan Anda tidak dapat lagi merasakan manfaat asuransi.

 

Setelah mengetahui jawaban dari berbagai pertanyaan seputar asuransi, semoga Anda dapat memilih produk asuransi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Jangan ditunda lagi, segera miliki asuransi untuk memberikan perlindungan atas risiko kerugian finansial.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI lang

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda lang