Kesehatan

Bagaimana Mengenali Ciri-ciri Gejala Virus Corona?

PFI Mega Life
 24 Mar 2020
Kenali ciri-ciri gejala coronavirus dan ketahui siapa yang paling berisiko terhadap COVID-19.

Bagaimana Mengenali Ciri-ciri Gejala Virus Corona

Pada 11 Maret 2020, World Health Organization (WHO) menetapkan coronavirus disease (COVID-19) sebagai pandemi global. Tindakan itu dilakukan berdasarkan drastisnya peningkatan jumlah kasus orang yang terjangkit virus corona di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Per 20 Maret 2020, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 308 kasus, dengan total pasien yang meninggal dunia sebanyak 25 orang. Melihat hebatnya persebaran virus corona, setiap orang perlu memahami betul apa itu virus corona dan bagaimana ciri-ciri gejala coronavirus.

Apa itu Virus Corona?

 

Dalam situs web WHO dijelaskan, virus corona atau coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan sejumlah penyakit, mulai dari yang ringan seperti batuk-pilek (common cold) hingga yang berat, seperti penyakit pernapasan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Virus corona yang menyebabkan penyakit MERS dinamakan MERS-CoV, sedangkan virus corona pemicu SARS adalah SARS-CoV. Virus corona yang memicu COVID-19 yang sekarang tengah menjadi pandemi telah diberi nama SARS-CoV-2 oleh WHO.

SARS-CoV-2, atau lebih sering disebut virus corona, pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini bersifat zoonotik, yaitu pertama kali berkembang di hewan sebelum menyerang manusia. Penyebaran dan penularan virus corona sangat mudah dan cepat. Dalam situs web Alodokter dijelaskan, virus corona dapat menular melalui beberapa cara:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19.
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19.
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.

 

Ciri-ciri Gejala Coronavirus

 

Bagaimana Mengenali Ciri-ciri Gejala Virus Corona

  • Menurut data WHO per Januari 2020, orang yang terinfeksi virus corona berusia sekitar 45 tahun dan kebanyakan berjenis kelamin laki-laki. Pada dasarnya, virus corona dapat menyerang siapa saja. Namun, orang-orang yang paling rentan terhadap COVID-19 adalah mereka yang memiliki kekebalan tubuh lemah, seperti orang-orang lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, seperti penyakit autoimun, diabetes, jantung, AIDS, kanker, dan gangguan paru-paru.
  • Gejala virus corona awalnya ringan, namun secara bertahap menjadi lebih parah. Berikut gejala yang muncul pada orang yang terinfeksi coronavirus:
    • Batuk kering
    • Demam (suhu badan di atas 38 derajat Celcius)
    • Badan lemas
    • Sakit tenggorokan
    • Sesak atau kesulitan bernapas
    • Sakit kepala
  • Ada juga orang yang terinfeksi virus corona, tetapi tidak menunjukkan gejala khusus ataupun merasa sakit. Orang dengan kondisi seperti ini disebut carrier atau pembawa virus. Meski virus corona tidak membahayakan dirinya, ia dapat menyebarkan virus tersebut ke orang lain, termasuk mereka yang rentan.
  • Sebagian besar orang yang terinfeksi virus corona (sekitar 80%) dapat sembuh dari penyakit ini tanpa memerlukan perawatan khusus. Namun, ini dengan catatan  orang tersebut memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik dan tidak memiliki kondisi atau penyakit penyerta.
  • Sekitar 1 dari 6 orang yang positif menderita COVID-19 kondisinya menjadi parah dan kesulitan bernapas, sehingga perlu dibantu dengan alat pernapasan atau ventilator.

 

Kenapa Virus Corona Mematikan?

 

Anda mungkin banyak mendengar atau membaca berita yang menyebutkan virus corona masih saudara dengan virus influenza atau flu. Namun, kenapa virus corona jauh lebih mematikan dibandingkan virus flu? Bahkan, pejabat kesehatan di Tiongkok mengatakan virus corona 20 kali lebih mematikan dibandingkan virus flu biasa.

Dikutip dari situs web BBC, virus corona bekerja dengan cara masuk ke dalam sel-sel tubuh kemudian membajaknya. Setelah masuk  ke dalam tubuh, virus corona akan menginfeksi sel-sel yang melapisi tenggorokan, saluran udara, dan paru-paru.

Virus kemudian bertambah banyak dan terus menginfeksi lebih banyak sel. Pada tahap ini, Anda tidak merasa sakit dan bagi sebagian orang tidak menunjukkan gejala khusus. Masa inkubasi (waktu antara infeksi dan saat gejala pertama muncul) virus corona sangat bervariasi, tetapi rata-rata adalah lima hari.

Pada sebagian besar orang, infeksi corona akan membuat tubuh tidak nyaman karena sistem kekebalan tubuh sedang merespons infeksi. Anda kemungkinan akan merasa tidak enak  badan karena timbul demam, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, dan sakit kepala.

Gejala-gejala tersebut dapat ditangani dengan beristirahat, mengonsumsi banyak cairan, dan minum parasetamol. Tahap ini berlangsung selama sekitar satu minggu. Bila sistem kekebalan tubuh Anda baik, tubuh dapat memerangi virus dan Anda akan kembali pulih.

Bagi orang yang sistem kekebalan tubuhnya tidak kuat, akan timbul banyak peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh. Salah satu risiko peradangan terjadi di paru-paru yang disebut pneumonia.

Bila seseorang terkena pneumonia, kantong-kantong udara kecil di paru-paru akan terisi air dan pada akhirnya menyebabkan kesulitan bernapas. Pada tahap inilah penderita membutuhkan bantuan ventilator untuk bernapas.

Gangguan pernapasan akut akan membuat tubuh kesulitan mendapatkan oksigen. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi, seperti menghentikan fungsi ginjal dan menghambat kerja organ-organ yang lain sehingga berujung pada kematian.

 

Perlukah Tes Corona?

 

Gejala infeksi virus corona memang mirip dengan penyakit lain, seperti batuk-pilek atau flu. Banyak orang bertanya-tanya apakah mereka perlu memeriksakan diri ke dokter dan menjalani tes corona bila mengalami satu atau beberapa gejala tersebut. Jawabannya: belum tentu.

Pemerintah telah membuat kriteria bagi orang-orang yang wajib melakukan pemeriksaan virus corona, yaitu:

  • Orang yang memiliki gejala demam dan batuk, disertai riwayat kembali dari daerah terjangkit di Tiongkok, yaitu lokasi kemunculan virus corona pertama kali.
  • Orang yang memiliki gejala demam dan batuk, disertai riwayat kembali dari negara yang terjangkit, seperti Korea Selatan, Iran, Italia, Jepang, dan  Singapura.
  • Orang yang memiliki gejala demam dan batuk, disertai pernah kontak erat atau kurang dari dua meter dengan pasien yang sudah positif menderita COVID-19.
  • Dikutip dari situs web CNN Indonesia, orang dengan kriteria di atas dapat mengunjungi pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan, atau menghubungi hotline corona di Indonesia di 021-5210411 atau 081212123119.

Selanjutnya, pemerintah membagi orang-orang yang berisiko tinggi terhadap virus corona ke dalam beberapa kelompok, seperti dikutip dari situs web Tirto berikut:

1.  Orang dalam Pemantauan (ODP), yaitu orang yang memiliki kriteria berikut:

  • Memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan, demam.
  • Tidak ada kontak erat dengan orang yang positif COVID-19.
  • Tidak perlu rawat inap di rumah sakit, tetapi akan diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama minimal 14 hari hingga kondisinya membaik.
  • Jika selama isolasi mandiri kondisinya tidak membaik, atau justru memburuk, harus segera ke rumah sakit terdekat.

 

2.  Pasien dalam Pengawasan (PDP), yaitu orang yang memiliki kriteria berikut:

  • Memiliki gejala demam, batuk, sesak napas, dan sakit tenggorokan.
  • Dari hasil observasi terdapat saluran napas bawah yang terganggu.
  • Pernah melakukan kontak erat dengan orang yang positif COVID-19.
  • Baru datang dari daerah atau negara yang terjangkit coronavirus.

 

3.  Suspek, yaitu orang yang memiliki kriteria berikut:

  • Orang atau pasien dalam pengawasan yang menunjukkan  gejala infeksi corona
  • Pernah melakukan perjalanan ke daerah yang menjadi lokasi persebaran virus corona.
  • Pernah melakukan kontak atau bertemu dengan orang yang positif COVID-19.
  • Harus menjalani isolasi di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan swab.

 

4.  Positif, yaitu pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona dan harus menjalani perawatan  di rumah sakit atau di lokasi yang ditentukan pemerintah hingga pulih dan terbebas dari virus tersebut. Pasien akan dinyatakan positif setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti cek darah, rontgen paru-paru, dan swab.

 

Cara Melindungi Diri dari Virus Corona

 

Bagaimana Mengenali Ciri-ciri Gejala Virus Corona

Ada banyak langkah yang bisa Anda lakukan untuk melindungi diri dari corona di Indonesia. Ikuti rekomendasi dari para ahli berikut:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sesering mungkin. Kenapa harus minimal 20 detik? Karena proses menyabuni dan menyirami air selama itu tidak hanya dapat membersihkan kotoran dan kuman di tangan, tetapi juga membunuh patogen.
  • Bersihkan tangan dengan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%. Produk ini dapat menjadi alternatif untuk menjaga kebersihan tangan saat Anda sedang bepergian dan tidak bisa mencuci tangan dengan sabun. Perlu diingat juga, setelah mengoleskan hand sanitizer di tangan, tunggu sampai kering sebelum Anda menggunakan tangan.
  • Hindari menyentuh area wajah. Tangan menyentuh banyak benda, dan tidak mungkin di salah satu benda tersebut terdapat virus. Bila virus berpindah dari tangan ke wajah, maka kemungkinan Anda untuk terinfeksi makin besar karena virus menjadi lebih mudah masuk ke dalam tubuh.
  • Tutup mulut menggunakan sapu tangan, tisu, atau siku bagian dalam saat bersin atau batuk. Ini penting agar cairan dari bersin atau batuk Anda tidak mengenai orang lain ataupun benda-benda di dekat Anda.
  • Bersihkan barang-barang yang sering Anda pegang menggunakan desinfektan secara rutin. Misalnya, ponsel, gawai, laptop, meja, dan sebagainya.
  • Praktikkan gaya hidup sehat, yaitu mengonsumsi makanan bergizi yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Bila sistem kekebalan tubuh kuat, tubuh dapat menolak virus atau melawan virus hingga akhirnya bisa sembuh. Cara lain untuk menjaga kekebalan tubuh adalah dengan berolahraga rutin, tidur cukup, dan tidak merokok.
  • Lakukan social distancing, yaitu menjaga jarak dengan orang lain sejauh minimal 1 meter untuk mengurangi penyebaran corona di Indonesia. Saat ini, pemerintah sudah mengimbau masyarakat untuk mengisolasi diri dengan cara tinggal di rumah, bekerja dari rumah, dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah, terutama kegiatan pertemuan yang melibatkan kerumunan orang, seperti hajatan, pernikahan, hingga kegiatan ibadah yang berkumpul di suatu tempat.
  • Miliki asuransi kesehatan untuk menunjang penanganan penyakit bila ternyata Anda harus menjalani pemeriksaan atau rawat inap. Asuransi kesehatan Mega Hospital Investa dari PFI Mega Life memberikan perlindungan maksimal bagi Anda berupa manfaat santunan harian rawat inap, pengembalian premi (no claim bonus), dan santunan meninggal dunia. Manfaat santunan rawat inap diberikan karena sakit atau kecelakaan, dan santunan rawat inap ICU/ICCU. Santunan meninggal dunia diberikan karena sakit dan kecelakaan.

Pastikan Anda melakukan berbagai langkah tersebut untuk melindungi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain dari virus corona. Bila masyarakat bersama-sama mematuhi imbauan dari pemerintah dan para ahli kesehatan, kita semua dapat mencegah meluasnya penyebaran corona di indonesia.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda.