Kesehatan

Inilah Ciri dan Penyebab dari Penyakit Hipotensi

PFI Mega Life
06 Jan 2021
Lawannya hipertensi, tekanan darah rendah juga bukan kondisi medis yang ideal. Kenali hal- hal yang perlu diketahui tentang hipotensi agar bisa mengatasinya.

Inilah Ciri dan Penyebab dari Penyakit Hipotensi

Banyak orang yang ingin menghindari dari penyakit hipertensi alias darah tinggi. Tahukah Anda? Penyakit hipotensi atau tekanan darah rendah juga bukan hal yang ideal bagi kesehatan.

Walaupun penyakit hipotensi tidak selalu menimbulkan masalah bagi penderitanya, kondisi darah rendah juga bisa menyebabkan kondisi pusing dan pingsan. Bahkan, penyakit hipotensi ekstrim juga bisa mengancam jiwa. Yuk, cek dulu fakta seputar penyakit hipotensi.

 

Apa itu Penyakit Hipotensi?

Penyakit hipotensi adalah kondisi tekanan darah rendah. Darah yang mengalir di dalam tubuh menekan nadi sesuai dengan setiap detak jantung. Daya tekanan darah terhadap pembuluh darah ini yang diukur sebagai tekanan darah.

Dalam membaca ukuran tekanan darah, standar ideal adalah di bawah 120/80 mmHg, yaitu:

  • Angka pertama (Angka Sistolik) mengukur dorongan darah dan tekanan terhadap dinding pembuluh darah sesuai detak jantung.
  • Angka kedua (Angka Diastolik) mengukur tekanan jantung saat beristirahat, jantung menerima darah dari paru-paru yang berisi oksigen.

 

Pada penyakit hipotensi, angka tekanan darah berkisar di bawah 90/60 mmHg, artinya pasokan darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh menjadi terbatas. Mengingat kebutuhan frekuensi pengecekan tekanan darah selalu bervariasi pada setiap individu, pastikan sudah berkonsultasi dengan dokter Anda untuk frekuensi pemeriksaan tekanan darah paling tepat.

 

Penyebab Hipotensi Secara Umum

Tekanan darah manusia memang bisa mengalami fluktuasi naik turun dari waktu ke waktu.  Hal ini terjadi karena organ tubuh manusia, hormon, dan saraf sering mengatur tekanan darah sesuai kebutuhan tubuh. Umumnya pergantian tekanan darah ini tidak diikuti dengan pertanda tertentu. Namun, ada beberapa kondisi medis yang menyebabkan penyakit hipotensi secara jangka panjang yang bisa menjadi berbahaya jika tidak segera diatasi.

Beberapa kondisi medis penyebab hipotensi tersebut antara lain:

  • Kehamilan, jika tekanan darah terus menurun maka kebutuhan darah yang dibutuhkan ibu hamil dan janin menjadi tidak tercukupi sehingga membahayakan kesehatan keduanya.
  • Kehilangan darah dalam jumlah besar.
  • Kondisi sirkulasi darah tidak normal karena serangan jantung atau keluhan penyakit jantung lainnya.
  • Kelelahan atau kondisi shock yang terkadang diikuti dehidrasi.
  • Infeksi aliran darah.
  • Keluhan endokrin, misalnya diabetes, kekurangan adrenal, dan gondok.

 

Penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab hipotensi, contohnya beberapa obat penyakit jantung. Selain itu, pengobatan untuk keluhan penyakit kantung kemih, antidepresan, atau obat impotensi bisa menjadi penyebab hipotensi.

Perhatikan juga soal dehidrasi sebagai salah satu penyebab hipotensi. Kekurangan cairan tubuh memang bisa menyebabkan penurunan tekanan darah, misalnya akibat demam, muntah, diare parah, olahraga ekstrem dan penggunaan obat diuretik. Bahkan, dehidrasi ringan (sekitar 1-2% dari total berat tubuh) bisa menyebabkan rasa lelah, pusing, dan kecapekan yang semuanya adalah pertanda hipotensi.

Selain itu, penambahan usia jadi salah satu penyebab hipotensi yang bisa berkaitan dengan penggunaan resep obat dokter selain penurunan vitalitas tubuh. Beberapa penderita penyakit hipotensi juga tidak memiliki pemicu tertentu yaitu disebut juga dengan hipotensi kronis asimptomatik. Biasanya penyakit hipotensi ini tidak berbahaya, namun sebaiknya tetap dikonsultasikan kepada dokter atau tenaga medis profesional.

 

Ciri-Ciri Hipotensi dan Gejalanya

Inilah Ciri dan Penyebab dari Penyakit Hipotensi

Beberapa dokter hanya akan menganggap hipotensi sebagai kondisi serius jika sering terjadi gejala atau pertanda hipotensi yang terus berulang, antara lain:

  • Sering merasa pusing
  • Mual
  • Pingsan
  • Dehidrasi atau rasa haus yang tidak biasa
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Penglihatan kabur
  • Kulit pucat, dingin, dan tidak sehat
  • Pernapasan tidak normal (cepat dan pendek-pendek)
  • Rasa kelelahan
  • Depresi

 

Penyakit hipotensi sering menjadi pertanda ada kondisi medis lainnya yang belum terdeteksi ataupun muncul secara bersamaan, antara lain:

  • Bed rest berkepanjangan.
  • Kehamilan, terutama pada awal 24 minggu pertama dimana tekanan darah cenderung akan turun.
  • Penurunan volume darah secara signifikan, misalnya akibat trauma hebat, dehidrasi, perdarahan internal dan kondisi medis lain yang menyebabkan kehilangan volume darah.
  • Masalah jantung, antara lain kondisi detak jantung yang terlampau rendah (bradycardia), problem pada katup jantung, serangan jantung atau gagal jantung. Saat jantung tidak bekerja normal memompa darah, ada potensi terjadi penyakit hipotensi.
  • Masalah kelenjar, antara lain kinerja hormon, gondok, gula darah terlalu rendah, diabetes, dan penyakit Addison.
  • Infeksi serius (Syok Septik), salah satu kondisi gawat darurat akibat sepsis atau infeksi bakteri akut yang sering terjadi di bagian paru-paru, perut atau kantung kemih, serta mengalir ke peredaran darah didalam tubuh. Akibatnya, bakteri memproduksi racun yang memengaruhi aliran darah dan mengakibatkan kondisi penurunan tekanan darah yang bisa berakibat fatal.
  • Reaksi alergi (anaphylaxis), shock akibat reaksi alergi yang fatal dan bisa terjadi pada penderita yang alergi terhadap sejenis obat-obatan tertentu, misalnya penisilin atau makanan spesifik (kacang-kacangan atau sengatan serangga). Akibatnya, tubuh mengalami shock yang ditandai dengan problem pernapasan, gatal-gatal, pembengkakan tenggorokan, dan penurunan tekanan darah dramatis.
  • Defisiensi atau kekurangan gizi, terutama vitamin esensial B12 dan asam folat yang bisa mengakibatkan anemia dan berujung pada hipotensi.

 

Jenis-Jenis Hipotensi

Setelah mengetahui penyebab hipotensi, pahami juga pembagian jenis- jenis penyakit hipotensi antara lain:

1.  Hipotensi ortostatik atau postural

Hipotensi yang satu ini adalah kondisi yang terjadi saat Anda tiba-tiba berdiri dari posisi duduk atau tidur. Daya gravitasi dapat menyebabkan darah berkumpul pada kaki Anda saat berdiri. Seharusnya, tubuh Anda akan menyeimbangkan dengan meningkatkan tekanan darah dan pembuluh darah akan menyempit. Ini bertujuan memastikan sejumlah darah kembali ke otak.

Pasien yang mengalami hipotensi ortostatik sering kali mengalami kegagalan dalam menyeimbangkannya sehingga tekanan darah justru semakin rendah, menyebabkan pusing kepala, pandangan yang kabur, dan mungkin kehilangan kesadaran diri.

Tekanan darah rendah ortostatik ini dapat disebabkan banyak hal, termasuk dehidrasi, terlalu lama dalam posisi tidur, kehamilan, diabetes, penyakit jantung, luka bakar, udara yang terlalu panas, dan beberapa masalah saraf.

2.  Hipotensi postprandial

Pengertian penyakit hipotensi yang satu ini adalah tekanan darah rendah yang terjadi usai makan. Biasanya, kondisi ini muncul 1-2 jam setelah makan dan pada orang dewasa. Setelah Anda makan, darah akan mengalir menuju saluran pencernaan. Umumnya, tubuh Anda akan meningkatkan tekanan darah dan pembuluh darah tertentu akan menyempit demi membantu tekanan darah tetap normal.

Namun, pada beberapa orang, mekanisme tersebut justru tidak berhasil sehingga menyebabkan pusing kepala dan hilang kesadaran. Tekanan darah ini biasanya dialami orang yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) atau orang yang menderita gangguan sistem saraf. Biasanya, kondisi ini bisa diatasi dengan mengurangi porsi makan, memperbanyak minum air putih, dan menghindari konsumsi alkohol.

3.  Neurally mediated hypotension

Penyakit hipotensi jenis ini terjadi karena kesalahan otak dalam menerima sinyal. Biasanya, kondisi ini terjadi saat Anda terlalu lama berdiri. Umumnya, kondisi ini dialami anak-anak atau orang berusia muda karena ada miskomunikasi antara organ jantung dengan fungsi otak.

4.  Hipotensi ortostatik dengan multiple system atrophy

Jenis hipotensi ini memiliki gejala yang mirip dengan penyakit parkinson. Tekanan darah ini dapat menjadi penyebab kerusakan yang terjadi pada sistem saraf yang mengontrol tekanan darah, ritme jantung, pernapasan, dan pencernaan secara bertahap. Biasanya, jenis hipotensi ini berkaitan dengan tekanan darah tinggi saat sedang berbaring.

 

Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Hipotensi

Inilah Ciri dan Penyebab dari Penyakit Hipotensi

Jika pengukuran tekanan darah menunjukkan angka yang rendah, Anda tidak perlu serta merta mencurigai penyakit hipotensi, terkecuali kondisi ditandai dengan ciri hipotensi yang telah disebutkan sebelumnya. Jika gejala hipotensi terus berulang, sebaiknya segera melakukan diagnosis lanjutan melalui dokter atau tenaga medis profesional.

Setelah diagnosa yang tepat, umumnya dokter akan memberikan resep obat-obatan untuk mengatasi keluhan penyakit hipotensi yang diderita. Dokter juga akan menganjurkan beberapa rekomendasi atau tips-tips untuk mencegah kambuhnya hipotensi.

Beberapa hal yang bisa dipraktekkan untuk pencegahan penyakit hipotensi antara lain:

  • Prioritaskan gizi dan makanan yang mengandung vitamin B12 dan asam folat untuk mencegah anemia yang bisa memicu hipotensi dan kelelahan.
  • Perbanyak frekuensi makan dalam jumlah kecil. Makan dalam porsi besar bisa mengakibatkan penurunan tekanan darah secara dramatis. Ini karena tubuh harus bekerja keras untuk mencerna porsi besar.
  • Menghindari diet rendah garam karena garam bisa menaikkan tekanan darah.
  • Rajin minum air dan kurangi konsumsi alkohol untuk mencegah dehidrasi.
  • Hindari berolahraga di ruangan bersuhu panas. Ingat untuk mengambil jeda selama berolahraga dan rutin minum air.
  • Hindari berlama-lama di kondisi bersuhu tinggi, misalnya berendam air panas atau sauna yang juga menyebabkan dehidrasi.
  • Berganti posisi secara perlahan sambil mengatur pernapasan, misalnya bangkit dari posisi duduk secara hati-hati.
  • Hindari berbaring terlalu lama. Atur juga agar posisi kepala agak tinggi sekitar 15 cm dari posisi tubuh.
  • Hindari juga berdiri terlalu lama jika memiliki keluhan tekanan darah rendah.
  • Konsultasi dengan dokter jika ada resep obat-obatan yang bisa mengakibatkan penyakit hipotensi.

 

Melengkapi Perlindungan Kesehatan Secara Total

Penyakit hipotensi termasuk salah satu kondisi yang umum terjadi. Meski begitu, sering kali orang yang mengalami kondisi ini tidak menyadarinya. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. Mengingat penyebab hipotensi serta sifatnya sebagai gejala penyakit serius lainnya, siapa pun seharusnya tidak abai akan pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Tidak kalah penting dalam menjaga kesehatan Anda dan keluarga adalah memastikan adanya produk asuransi yang sudah tepat sasaran dari PFI Mega Life. Dengan perlindungan asuransi kesehatan yang tepat, Anda bisa terhindari dari biaya perawatan rumah sakit yang tidak terduga dan besar jumlahnya.

PFI Mega Life menyediakan solusi asuransi kesehatan berupa perlindungan sesuai kebutuhan spesifik Anda dan keluarga, baik untuk jangka panjang maupun pendek. Dapatkan santunan harian rawat inap (non-ICU dan ICU), pengembalian premi hingga 50% yang telah dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku dan santunan meninggal dunia dengan sebab apa pun. Miliki produk perlindungan kesehatan Anda dan keluarga yang terbaik bersama PFI Mega Life.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI lang

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda lang