Kesehatan

Cara Mendidik Anak Supaya Tidak Di-Bully atau Mem-Bully

PFI Mega Life
28 Dec 2022
Banyak faktor yang bisa menjadi pemicu kenapa seorang anak melakukan bullying. Salah satu faktor yang paling sering menjadi alasan utama adalah rasa tidak aman.

Bully atau perundungan adalah hal yang ditakutkan terjadi oleh orang tua, bully bisa berbentuk verbal atau fisik yang bisa mempengaruhi perkembangan psikologis anak. Karena itu, sebagai orang tua pastinya ingin selalu melindungi dan mendidik anak untuk tidak menjadi korban maupun pelaku bully.

Banyak faktor yang bisa menjadi pemicu kenapa seorang anak melakukan bullying. Salah satu faktor yang paling sering menjadi alasan utama adalah rasa tidak aman. Dengan mem-bully orang lain yang dirasa lebih lemah, anak bisa merasakan menjadi sosok yang lebih kuat, berkuasa dan terkenal.

Di beberapa kasus, bullying dijadikan sebagai tempat anak untuk melampiaskan amarah, emosi dan rasa frustasinya. Karena tidak memiliki tempat untuk meluapkan itu semua, anak akhirnya melakukan bully kepada temannya sendiri. 

Di bawah ini adalah beberapa cara mendidik anak untuk menghindari perilaku atau pun menjadi korban bully.

Lima Cara Mendidik Anak Untuk Tidak Membully atau Menjadi Korban Bully

  • Tanamkan Rasa Percaya Diri
     

Rasa percaya diri bisa ditanamkan sejak anak kecil, dengan ini kita bisa membantu anak untuk lebih pandai dalam mengekspresikan dirinya. Rasa percaya diri juga bisa membuat anak tidak merasa kurang percaya diri dan membandingkan diri dengan orang lain secara berlebih. Bisa dimulai dari bahasa tubuh yang meyakinkan, berjalan dengan tenang dan tegak, berani menatap lawan bicara, dan tidak takut untuk mengeluarkan pendapat mereka.

  • Lebih Mendekatkan Diri Dengan Anak
     

Faktor lain seorang anak melakukan bullying adalah karena rasa kesepian yang mereka alami. Anak menjadi tertutup dan enggan berbagi cerita dengan orang tuanya atau malu untuk memberitahu jika mereka diganggu temannya. 

Membangun hubungan dengan anak sangat penting untuk selalu diperhatikan, komunikasi yang baik antar kedua pihak bisa membantu dalam menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Membuat anak menjadi nyaman, dan terbuka dengan hal apapun yang terjadi di sekitar mereka membuat orang tua dapat lebih peka lagi tentang perkembangan anak.

  • Memberikan Contoh Yang Baik
     

Anak pastilah meniru perilaku orang orang disekitarnya. Termasuk orang tua yang selalu mereka temui setiap harinya. Membuat mereka meniru perilaku kita dan mengajarkan anak tentang saling menghormati dan menghargai satu sama lain, yang nantinya bisa diterapkan di dirinya sendiri. Dengan memastikan anak tumbuh di lingkungan yang saling menghargai, bukan dengan hanya mengandalkan kekuatan. Nantinya, anak dapat belajar dari berbagai sisi bagaimana seharusnya dia bertindak.

  • Ajarkan Bagaimana Cara Memperlakukan Orang Lain
     

Mengajari anak untuk memperlakukan orang lain dengan sebaik-baiknya. Tanpa memandang usia, kita bisa ajarkan anak untuk selalu berbuat baik dengan teman-teman di sekolahnya, guru, adik kelas, atau bahkan orang-orang yang ditemuinya di lingkungan luar rumah atau sekolah. Karena bully di sekolah menjadi lokasi yang kerap terjadi dibandingkan dengan lingkungan lainnya. Dengan mereka tau kalau memperlakukan orang lain dengan baik, anak bisa lebih menghargai setiap tindakan dari orang lain.
 

  • Berani Untuk Mengeluarkan Pendapat
     

Karena korban bully kebanyakan adalah anak-anak pendiam yang takut untuk memberitahu orang lain apa yang mereka alami. Berani bersikap dan tidak takut mengeluarkan opini yang dia punya bisa membantu anak terhindar dari bullying

Mengajak anak untuk berani memberitahu orang dewasa jika ada sesuatu yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Menceritakan pada orang yang mereka percaya, bisa wali kelas, guru, atau teman. Mereka bebas untuk mengeluarkan apapun yang ada di diri mereka kepada sekitarnya dengan cara yang baik dan benar. 

Jika anak menjadi korban atau pelaku bullying, berikan pujian terlebih dahulu ke anak karena mereka sudah berani berbicara mengenai hal ini. Mengingatkan anak kalau mereka tidak sendirian dan diri mereka berharga. Memberikan pemahaman jika membully memang perilaku yang buruk, tetapi bukan berarti membuat diri mereka menjadi buruk.

Dibutuhkan sesuatu yang bisa memberikan perlindungan kepada anak, agar mereka selalu merasa aman dalam menempuh pendidikan mereka. Asuransi bisa menjadi salah satu jawaban untuk mendukung pendidikan anak yang aman dan nyaman. Dengan Proteksi Studi dari Way.ID dengan fungsi asuransi yang memberikan perlindungan asuransi jiwa serta jaminan manfaat beasiswa pendidikan.


Informasi menarik lainnya bisa kamu dapatkan dengan langsung mengunjungi website Way.id.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI lang

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda lang