Proteksi

Sejauh Mana Persiapan Anda untuk Biaya Perawatan Penyakit Kritis?

2020-03-05
05 Mar 2020
Setiap orang tak lepas dari risiko terhadap penyakit. Sudahkah Anda mempersiapkan perlindungan dari risiko penyakit kritis?

 

Tak ada orang yang pernah tahu kapan bisa jatuh sakit, apalagi menderita penyakit kritis. Diagnosis penyakit kritis biasanya baru bisa ditegakkan setelah seseorang menjalani serangkaian pemeriksaan.


Di Indonesia, penyebab kematian tertinggi adalah penyakit kritis. Menurut World Health Organization (WHO), kanker merupakan penyebab kematian ketiga di Indonesia. Dua penyakit teratas adalah penyakit jantung dan stroke.


Data Global Cancer Observatory 2018 dari WHO menunjukkan kanker payudara sebagai kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia. Ada banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kanker payudara.


Menurut para ahli, risiko perempuan menderita kanker payudara meningkat setelah menopause. Faktor lain yang dianggap dapat memicu munculnya bibit kanker payudara adalah berbadan gemuk, memiliki payudara yang padat, belum pernah hamil, hamil pertama kali pada usia di atas 35 tahun, dan menjalani hormon replacement therapy.


Berikut lima jenis kanker di Indonesia dengan jumlah korban paling banyak menurut WHO (2019), dikutip dari Databoks Katadata.


1. Kanker Paru


Jumlah kematian akibat kanker paru pada 2018 mencapai 26.095 kasus. Dikutip dari situs Media Indonesia, Ketua Cancer Information and Support Center (CISC) Aryanthi Baramuli Putri mengatakan, kanker paru menjadi kanker yang paling mematikan karena pada stadium awal cenderung tidak memperlihatkan gejala khusus.


Gejala khusus seperti batuk berkepanjangan dan mengeluarkan darah, kelelahan yang amat sangat, nyeri atau sesak napas di dada, hingga pembengkakan pada wajah dan leher, biasanya baru muncul saat kanker sudah memasuki stadium lanjut dan sulit disembuhkan. Penyebab utama kanker paru adalah kebiasaan merokok secara aktif dan menjadi perokok aktif.


2. Kanker Payudara


Jumlah kematian akibat kanker payudara pada 2018 mencapai 22.692 kasus. Data Global Cancer Observatory 2018 dari WHO menunjukkan, dari total 348.809 kasus kanker, sebanyak 58.256 kasus atau 16,7% di antaranya adalah kanker payudara. Bila dideteksi sejak dini, peluang penderita kanker payudara untuk sembuh cukup besar. Setelah mengetahui penyebab kanker payudara, segera lakukan langkah-langkah pencegahan dan lakukan skrining secara rutin.


3. Kanker Serviks


Jumlah kematian akibat kanker serviks pada 2018 mencapai 18.279. Laporan Global Cancer Observatory pada 2018 memperkirakan kejadian kanker serviks di Indonesia tiap tahunnya mencapai 32.469 kasus. Angka tersebut membuat Indonesia menjadi negara kedua dengan jumlah kasus kanker serviks terbanyak di dunia. Sayangnya, hingga kini sebagian besar kasus kanker serviks yang terdeteksi berada pada stadium lanjut sehingga sulit disembuhkan.


4. Kanker Hati


Jumlah kematian akibat kanker hati pada 2018 mencapai 18.148 kasus. Penyakit ini rata-rata menyerang mereka yang sudah berusia lanjut. Kanker hati terjadi saat muncul sel-sel abnormal kanker di jaringan hati manusia. Penyakit ini mirip kanker darah, yaitu sama-sama mematikan karena susah dideteksi sehingga peluang kesembuhannya tergolong kecil.


5. Kanker Darah


Jumlah kematian akibat kanker darah pada 2018 mencapai 11.314 kasus. Kanker darah yang terdata pada tahun yang sama berjumlah 13.498 kasus. Penyakit inilah yang merenggut nyawa mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono pada 2019.


Kanker darah terjadi ketika sel darah menjadi abnormal atau ganas. Umumnya, kanker darah berawal di sumsung tulang tempat sel darah diproduksi. Berbeda dengan jenis kanker lain yang biasa ditandai dengan munculnya tumor, penderita kanker darah tidak merasakan pertumbuhan benjolan pada tubuhnya. Kanker darah terdiri atas beberapa jenis, yaitu leukimia, limfoma, dan myeloma.


Besarnya Biaya untuk Pengobatan Kanker


Secara umum, pengobatan kanker meliputi tindakan bedah, kemoterapi, dan radioterapi. Di luar itu, masih ada pemeriksaan rutin dan minum obat khusus dalam jangka waktu tertentu.


Seluruh proses tersebut memakan biaya hingga ratusan juta rupiah. Saking besarnya biaya pengobatan kanker, seseorang yang tidak memiliki perlindungan atau asuransi kesehatan atau asuransi penyakit kritis berisiko jatuh bangkrut saat menjalani pengobatan. Apalagi, biaya pengobatan kanker di Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara.


Karena itu, salah satu persiapan dalam menghadapi risiko penyakit kanker adalah memiliki asuransi kesehatan. Secara umum, asuransi kesehatan memberikan jaminan perlindungan untuk kondisi keuangan Anda serta keluarga ketika Anda sakit.

 

Berikut manfaat memiliki asuransi kesehatan yang perlu Anda ketahui:

 

1. Mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda akan mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan memadai. Anda akan mengetahui detail-detail layanan kesehatan yang akan Anda peroleh saat menentukan jenis produk di awal.

Contoh jaminan layanan kesehatan yang disediakan asuransi kesehatan: rawat inap di rumah sakit mitra perusahaan asuransi, rawat jalan, konsultasi dokter umum, konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan laboratorium, berbagai jenis terapi spesifik, dan biaya pembelian obat. 

Lebih dari itu, asuransi kesehatan juga bisa meng-cover tindak perawatan pencegahan seperti imunisasi dan skrining kanker, serta biaya persalinan (normal maupun Caesar).

2. Memberikan ketenangan batin. Karena sudah memiliki asuransi kesehatan, Anda dapat fokus menjalani pengobatan atau perawatan tanpa pusing memikirkan sumber pembiayaannya.

3. Menjaga kondisi keuangan tetap stabil. Karena sudah memiliki asuransi kesehatan, bila Anda mendapat diagnosis penyakit tertentu, Anda tidak perlu merogoh tabungan, menjual aset, atau berutang untuk membayar pengobatannya.

4. Mengatur keuangan. Bila membeli produk asuransi  kesehatan, Anda harus membayar premi dengan jumlah tertentu yang sudah disepakati sebelumnya. Pembayaran premi dilakukan secara rutin setiap bulan. Karena waktu pembayarannya sudah ditentukan, Anda dapat mengalokasikan nilai sejumlah premi yang perlu dibayar tiap bulan. Hal ini membuat pengelolaan keuangan Anda menjadi lebih rapi dan jelas.

5. Sebagai  investasi masa depan. Ada produk asuransi kesehatan yang memiliki kebijakan pengembalian dana saat masa berlaku polis telah habis. Bila menggunakan produk jenis ini, Anda sama saja telah melakukan investasi tabungan masa depan. Saat masa kontrak polis habis, Anda dapat menggunakan uang tersebut untuk keperluan lain. 

Tips membeli produk asuransi kesehatan

 

 

1. Berdasarkan jenis pembayaran

Asuransi kesehataan saat ini umumnya memiliki dua metode pembayaran. Metode pertama menggunakan sistem cashless. Dengan cara ini, Anda tidak perlu melakukan pembayaran secara tunai, tetapi cukup dengan menunjukkan kartu anggota asuransi. 


Metode pembayaran kedua menggunakan sistem reimbursement. Anda melakukan pembayaran terlebih dahulu, lalu mengajukan klaim dengan kuitansi asli yang telah dilegalisasi. 


Metode pembayaran ketiga adalah sistem santunan. Pihak asuransi akan memberikan uang tunai kepada Anda selama Anda sakit. Tentu saja, besaran dana yang akan Anda terima sesuai dengan kesepakatan yang dibuat di awal pembelian polis. Uang tersebut yang nantinya Anda gunakan untuk membayar biaya pengobatan.


Ketiga jenis pembayaran ini memiliki kelebihannya masing-masing. Anda dapat menentukan pilihan berdasarkan kenyamanan Anda dalam membayar.

2. Jangan menunda

Saat Anda sudah memiliki penghasilan, baik sebagai karyawan atau pengusaha, segera miliki asuransi kesehatan. Lebih cepat Anda memiliki asuransi kesehatan, semakin banyak manfaat yang bisa Anda peroleh. Ini dimulai dari premi yang lebih terjangkau hingga layanan yang lebih maksimal. Semakin tua usia, jumlah premi yang harus dibayar akan lebih tinggi. Ini karena seiring bertambahnya usia seseorang, risiko terkena penyakit pun lebih besar.

3. Beli asuransi  kesehatan saat masih sehat

Prinsip menggunakan asuransi adalah sedia payung sebelum hujan. Anda tak tahu kapan bisa jatuh sakit. Karena itu, Anda perlu memiliki asuransi kesehatan sebelum jatuh sakit. 


Belilah produk asuransi kesehatan saat Anda dalam kondisi sehat. Membeli asuransi kesehatan saat Anda sudah dalam keadaan sakit akan lebih rumit daripada bila Anda membelinya saat dalam kondisi sehat. Salah satu risiko membeli asuransi kesehatan saat Anda sudah sakit adalah. ternyata penyakit yang Anda derita tidak ditanggung perusahaan asuransi.

4. Pilih sesuai kebutuhan

Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, termasuk dalam hal perlindungan asuransi kesehatan. Sebelum membeli asuransi, ketahui dulu seperti apa kebutuhan Anda, baru memilih produk yang tepat. 


Pemilihan asuransi bisa berdasarkan, misalnya, kemampuan Anda membayar premi setiap bulan, jenis layanan yang Anda inginkan, fasilitas perawatan yang Anda inginkan, dan lain-lain. Selain itu, bisa juga berdasarkan karakter produk, apakah unit link atau asuransi murni. Hal terpenting adalah pemilihan disesuaikan dengan kebutuhan Anda atau keluarga.

5. Pilih yang mempunyai reputasi terpercaya

Dalam memilih asuransi kesehatan, pastikan produk yang Anda inginkan berasal dari perusahaan asuransi dengan reputasi terpercaya. Anda bisa mengecek reputasi perusahaan asuransi dengan mengakses laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan asuransi dengan kredibilitas baik akan memberikan penawaran baik dan memberikan perlindungan yang Anda butuhkan.

6. Jaringan rumah sakit luas

Pilih asuransi kesehatan yang memiliki banyak mitra rumah sakit, terutama yang berada di dekat wilayah tempat tinggal Anda. Dengan begitu, Anda akan merasakan kenyamanan ketika menggunakan fasilitas asuransi untuk berobat. Jangan sampai memilih produk asuransi kesehatan yang mitra rumah sakitnya berlokasi jauh dari kediaman Anda dan malah menyulitkan ketika perlu berobat.

7. Pilih layanan rawat inap

Anda tak akan pernah tahu kapan perlu menjalani rawat inap saat mendapat diagnosis penyakit tertentu. Karena itu, pilih produk asuransi yang bukan hanya menawarkan jaminan rawat jalan, melainkan juga jaminan rawat inap.


Jaminan rawat jalan hanya bisa dipakai untuk pemeriksaan rawat jalan dan tidak bisa dialihkan ke jaminan rawat inap. Bila Anda tidak memiliki jaminan rawat inap, Anda juga tidak bisa mengajukan klaim ke perusahaan asuransi untuk pembiayaan rawat inap.


Dengan memilih jaminan rawat inap dalam paket asuransi kesehatan, bila saat Anda sakit dokter meminta Anda untuk dirawat di rumah sakit karena perlu diobservasi atau menjalani pengobatan tertentu, Anda tidak bingung lagi memikirkan pembiayaannya karena sudah di-cover asuransi.


Jangan sampai Anda salah pilih, pastikan Anda membeli produk asuransi kesehatan yang memberikan perlindungan optimal bagi Anda maupun keluarga. Mega Hospital Investa adalah produk asuransi kesehatan dari PFI Mega Life menyediakan manfaat asuransi lengkap, yaitu manfaat Santunan Harian Rawat Inap, No Claim Bonus, dan Santunan Meninggal Dunia.


Dengan memiliki asuransi kesehatan sejak sebelum menderita penyakit kritis, Anda tidak perlu khawatir kondisi keuangan akan menjadi kacau apabila mendapat diagnosis penyakit berat, seperti misalnya kanker darah. Pastinya, kini Anda dapat fokus pada langkah-langkah menjaga kesehatan agar tubuh senantiasa bugar dan kuat dari ancaman bibit penyakit.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI lang

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda lang