Finansial

Mengenal Lebih Jauh Perbedaan Antara Wirausaha dan Wiraswasta

PFI Mega Life
26 Jul 2021
Wirausaha dan wiraswasta sangat berbeda dari segi kepemilikan aset dan cara kerja, walaupun keduanya sama-sama menjalankan suatu bisnis untuk mendatangkan keuntungan.

Perbedaan Antara Wirausaha dan Wiraswasta

Ketika ditanya apa perbedaan wirausaha dan wiraswasta, mungkin Anda akan langsung menjawab perbedaannya terletak di jam kerja. Padahal sejatinya, wirausaha maupun wiraswasta memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Walaupun sama-sama menunjukkan seseorang yang menjalankan sebuah bisnis atau usaha, perbedaan wirausaha dan wiraswasta ternyata juga menyangkut pola pikir sampai kepemilikan aset. Usaha yang dijalankan keduanya pun bisa jadi tidak sama karena memiliki fokus yang berbeda.

Istilah wiraswasta belakangan memang agak tenggelam, namun tetap masih dikenali banyak orang. Karena hal ini pulalah, kebanyakan orang sulit dan tidak mempertanyakan perbedaannya dengan wirausaha yang istilahnya semakin populer belakangan.

Namun bagaimanapun, mengenal lebih dalam antara perbedaan wiraswasta maupun wirausaha penting Anda lakukan. Apalagi jika Anda hendak memulai bisnis dan menjadi salah satu dari antara dua istilah ini, pemahaman akan perbedaan keduanya bisa menggiring Anda ke tujuan yang lebih jelas.

 

Definisi Wirausaha dan Wiraswasta

Perbedaan Antara Wirausaha dan Wiraswasta

Wiraswasta menjadi istilah yang lebih awal muncul daripada wirausaha. Istilah ini mulai akrab di telinga sejak tahun 1970. Yang disebut sebagai wiraswasta adalah orang-orang yang mampu mengadakan pekerjaan sendiri, mampu mencari uang sendiri, dan tidak terlalu bergantung pada gaji dari suatu perusahaan.

Seorang wiraswasta tidak segan menghabiskan waktu dan modal untuk mencari uang yang digelutinya sendiri lewat usaha yang dijalani. Seorang wiraswasta pun rela menggelontorkan sejumlah modal untuk bertaruh agar usahanya bisa menghasilkan laba. Karena pertaruhan inilah, seorang wiraswasta juga akan mencari peluang usaha yang memiliki peluang untuk menghasilkan uang yang cukup besar guna membiayai hidupnya. Tidak jarang seorang wiraswasta akan mempekerjakan beberapa orang untuk bisa mengelola usaha yang tengah digarapnya.

Dari soal definisi, perbedaan wirausaha dan wiraswasta sebenarnya cukup tergambar jelas. Pasalnya, seorang wirausaha kadang-kadang bahkan tidak mempunyai modal untuk memulai usahanya. Gambaran dari wirausaha tidak lain adalah orang-orang yang menciptakan kreasi atau inovasi. Di mana ia mengharapkan kreasi tersebut bisa berkembang dalam jangka panjang.

Tidak jarang, kreasi dari wirausaha bersumber dari keahliannya, entah di bidang produksi, pemasaran, ataupun teknologi. Dari keahlian tersebut, seorang wirausaha membuat rencana pengembangan yang lebih jangka panjang dan tidak jarang meminta bantuan dari orang lain untuk menyokong usaha yang tengah dirintisnya lewat modal dana, promosi, tenaga, ataupun hal lainnya.

 

Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta

Bukan hanya definisi yang berbeda, berbagai hal dari wirausaha dan wiraswasta memiliki ciri khas masing-masing. Hal inilah yang membuat perbedaan wirausaha dan wiraswasta terbilang banyak. Perbedaan keduanya umum terlihat di fokus dan ruang lingkup usaha, pendapatan dan aset, serta visi ke depan.

1. Pola Pikir

Dari segi pola pikir saja, perbedaan wiraswasta dan wirausaha sudah tampak jelas. Seorang wiraswasta memiliki prinsip menghasilkan untung yang besar sehingga ranah bisnis yang dipilih pun tidak mengambil risiko. Kebanyakan seorang wiraswasta akan menjalankan usaha yang sudah terkenal dan memiliki profit yang cukup besar. Sebagai contoh, seorang wiraswasta dapat dengan mudah menjalankan usaha dalam bentuk berjualan produk atau jasa yang memang banyak diincar oleh masyarakat.

Sementara itu, pada seorang wirausaha, profit memang tetap menjadi incaran. Namun, orang-orang ini berani mengambil risiko untuk membuat usaha baru yang mandiri, yang mungkin belum familiar oleh banyak orang. Seorang wirausaha akan menjalankan usaha baru tersebut dengan penuh inovasi dan menangkap peluang apa yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan untung. Tidak perlu jauh-jauh, sebagai contoh, orang-orang yang mendirikan usaha rintisan dengan konsep baru di masyarakat layak disebut wirausaha.

2. Fokus Menjalankan Usaha

Perbedaan paling mencolok lainnya antara seorang wirausaha dan wiraswasta adalah dari kefokusannya menjalankan usaha. Seorang wiraswasta umumnya menjalankan usaha sebagai sampingan untuk memperbesar pendapatan. Karena itulah, selain usaha, banyak wiraswasta yang juga bekerja di tempat orang lain sebagai karyawan guna bisa memperoleh jaminan pendapatan tiap bulan.

Contoh simpelnya, seorang pegawai kantor menjalankan usaha membuat katering makanan sehat. Makanan-makanan tersebut di sela waktu ia tengah tidak bekerja di kantor, bisa saat akhir pekan atau setiap pagi sebelum berangkat ke kantor. Dari usaha sampingannya, ia bisa mendapatkan tambahan pendapatan juga bisa mempekerjakan orang untuk membantu. Namun, ia tidak melepaskan titelnya sebagai karyawan untuk mendapatkan gaji tiap bulan.

Di sisi lain, seorang wirausaha memiliki kefokusan maksimal dalam merintis usahanya. Mereka umumnya tidak bekerja di tempat orang sebagai karyawan. Mereka bekerja penuh untuk menjalankan dan mengembangkan usaha rintisannya guna bisa mendapatkan profit dan membiayai gaji bagi orang-orang yang bekerja padanya. Tidak jarang seorang wirausaha dicap sebagai orang nekat karena terlalu berani mengambil risiko untuk menjalankan bisnis, tanpa tunjangan penghasilan dari ranah lain.

3. Lingkup Bisnis

Perbedaan wirausaha dan wiraswasta yang tidak kalah penting dapat dilihat dari lingkup bisnis yang dijalaninya, Seorang wiraswasta umumnya akan mudah puas dengan usahanya jika telah berhasil mencetak keuangan yang dapat menambah pundi-pundi uangnya serta memberi penghidupan kepada pekerjanya. Pengembangan yang ekstrem tidak terlintas dari pikiran wiraswasta karena dinilai hanya sebagai risiko yang dapat menggerus pendapatannya dan mengancam keberlangsungan usahanya.

Melanjutkan soal wiraswastawan katering sehat, ketika usahanya besar, ia akan tetap memilih membuat katering. Kalaupun ada pengembangan, mungkin itu hanya sebatas variasi menu yang dapat dipilih konsumen.

Berbeda dengan wirausaha. Seorang wirausaha seakan tidak pernah puas dengan bisnis yang dijalaninya. Ia akan mencoba membuat usahanya menggurita. Makanya, seorang wirausaha biasanya memiliki lingkup bisnis yang lebih luas dengan berbagai model usaha.

Sedikit contoh, seorang wirausaha pada awalnya membuka usaha tempat makan all you can eat dengan konsep kaki lima. Seiring berjalannya waktu, ia sangat mungkin mengembangkan usahanya ke pertanian maupun peternakan sapi untuk menunjang suplai bahan baku dari usaha tempat makannya.

4. Penggunaan Keuntungan

Status aset yang dimiliki seorang wirausaha maupun wiraswasta juga berbeda. Perbedaan wiraswasta dan wirausaha yang satu ini terjadi karena masih berhubungan dengan pengembangan lingkup usaha.

Seorang wiraswasta umumnya hanya terlibat aktif dalam kegiatan operasional saja. Dari kegiatan tersebutlah, dana yang diperoleh dari keuntungan akan langsung menjadi hak miliknya atau sebagai dana pribadi. Biasanya, seorang wiraswasta hanya akan membedakan antara modal dan keuntungan. Modalnya akan digunakan untuk kembali menjalankan usaha, sementara keuntungan menjadi pendapat. Walaupun tidak jarang, tidak jarang seorang wiraswasta akan mengambil sebagian porsi dari keuntungannya untuk menjadi modal tambahan usaha agar lebih besar.

Perbedaan wirausaha dan wiraswasta inilah yang sangat signifikan. Pasalnya pada seorang wirausaha, total keuntungan biasanya akan dialokasi untuk pengembangan bisnis dan inovasi. Wirausaha sendiri bisa tetap mendapat porsi keuntungan dapat dalam bentuk pendapatan tetap seperti gaji. Dengan cara ini, seorang wirausaha bisa lebih detail membuat anggaran pengeluaran yang pasti untuk keberlangsungan usahanya.

***

Sekarang sudah lebih paham mengenai perbedaan wirausaha dan wiraswasta, bukan? Kedua profesi ini pada dasarnya akan menuntut Anda bekerja lebih keras, yang tidak jarang membuat kesehatan Anda menjadi korbannya. Karena itu, pastikan Anda memiliki asuransi kesehatan terpercaya yang bisa mengakomodasi biaya pelayanan kesehatan yang Anda butuhkan.

Jangan hanya asuransi kesehatan biasa, jika memungkinkan pilihlah asuransi kesehatan penyakit kritis yang dapat menanggung biaya pengobatan penyakit-penyakit serius yang kerap memakan biaya besar. Anda bisa memilih produk Asuransi Mega Comforta dari PFI Mega Life. Ini merupakan asuransi penyakit kritis yang memberi perlindungan ekstrak terhadap 10 penyakit kritis yang berisiko menyerang Anda. Biaya preminya pun cukup terjangkau karena Anda bisa memilih premi dengan nilai mulai dari Rp5.000 per hari.

PT PFI Mega Life Insurance terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI lang

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda lang