Finansial

5 Cara Efektif Membuat Rencana Keuangan Tahun 2020

PFI Mega Life
02 Mar 2020
Kesuksesan finansial dapat terwujud dengan perencanaan yang baik. Agar semakin sejahtera, ketahui cara mengatur keuangan pribadi lewat rencana keuangan.

Tahun baru memang sudah lewat. Meski demikian, mungkin ada beberapa di antara Anda yang masih bingung dengan resolusi yang ingin dicapai pada 2020, terlebih terkait keuangan. Sebelum waktu terbuang lebih banyak, penting untuk memahami cara mengatur keuangan pribadi dan membuat perencanaannya sesegera mungkin.

Membuat rencana keuangan pada dasarnya tidak begitu rumit. Anda hanya perlu memahami kemampuan finansial saat ini, menentukan tujuan yang ingin dicapai dan mencari tahu bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.

Menerapkan tips menabung secara disiplin jelas akan sangat membantu. Namun agar lebih sukses dalam kehidupan finansial, Anda juga harus tahu bagaimana cara membuat rencana keuangan.

1. Mulai dengan Mengevaluasi Kondisi Keuangan saat Ini


Berapa penghasilan Anda per bulan? Berapa pengeluaran rutin tiap bulannya? Sebelum mulai membuat rencana keuangan, setidaknya Anda membutuhkan dua informasi tersebut untuk meramu rencana keuangan dan menemukan cara mengatur keuangan pribadi yang lebih baik.

Penghasilan yang dimaksud bukan hanya dari pekerjaan tetap. Jika Anda memiliki pekerjaan sampingan, bisnis, atau investasi, hasil ketiganya juga masuk sebagai penghasilan.

Aset dan liabilitas yang Anda miliki saat ini juga perlu dihitung. Begitu juga uang tabungan. Semua itu perlu dihitung agar Anda bisa mendapatkan gambaran utuh terkait kondisi keuangan Anda saat ini.

Pengeluaran juga demikian. Harus diakui, pengeluaran bulanan memang tidak selalu sama. Hal-hal tidak terduga bisa terjadi. Namun, agar lebih mudah Anda bisa mulai mendata pengeluaran rutin terlebih dahulu.

Pengeluaran rutin bisa meliputi pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan tagihan rutin seperti listrik, pajak, serta cicilan kredit. Pengeluaran yang bersifat mendadak bisa dikategorikan sebagai pengeluaran tidak terduga. Nantinya informasi seperti ini juga bisa membantu Anda untuk menemukan tips menabung yang paling tepat.

Setelah menemukan angka penghasilan dan pengeluaran, Anda bisa melihat kondisi keuangan. Jika penghasilan bulanan masih lebih tinggi dari pengeluaran, bisa disimpulkan kondisi keuangan Anda masih cukup sehat. Dari informasi tersebut, Anda juga bisa mulai mencari cara mengatur keuangan pribadi dan membuat rencana keuangan yang lebih baik. 

2. Menyusun Tujuan Keuangan


Sekarang Anda sudah mengetahui kondisi keuangan Anda saat ini. Selanjutnya Anda bisa mulai menyusun tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam kurun waktu satu tahun, atau pada 2020.

Sebagai catatan, meski rencana keuangan yang ingin dibuat untuk 2020, Anda tetap membutuhkan tujuan keuangan jangka menengah dan jangka panjang sebagai basisnya. Tujuan-tujuan inilah nantinya akan di-break down menjadi tujuan-tujuan kecil, yang bisa dicapai dalam waktu satu tahun, dan diterapkan sebagai cara mengatur keuangan pribadi.

Dalam menyusun tujuan keuangan, Anda bisa memulainya dari yang paling prioritas atau mulai dari paling mudah dicapai. Anda bebas menentukannya. Selain itu, tentukan target waktu untuk mencapainya.

Jika Anda ingin memiliki tabungan Rp 30 juta, jangan hanya berhenti pada angka Rp 30 juta saja. Tentukan juga kapan tabungan tersebut bisa Anda peroleh. Misalnya saja Rp 30 juta dalam 2 atau justru 1 tahun. Lakukan hal yang sama untuk tujuan keuangan yang lain.

Saat menyusun tujuan keuangan, Anda tidak harus terlalu terpaku pada kemampuan finansial saat ini. Meski demikian, Anda juga harus realistis. Dalam tata cara mengatur keuangan pribadi, prinsip seperti ini sangatlah penting.

Jika Anda tidak memiliki penghasilan tambahan dan belum pernah berbisnis, ada baiknya untuk menyusun tujuan keuangan lebih realistis. Anda bisa mengubah jangka waktunya agar lebih panjang atau mencari tips menabung yang lebih sesuai untuk diterapkan.

Selain menambah tabungan menjadi Rp 30 juta dalam waktu 2 tahun atau lebih, memiliki rumah dalam waktu 10 tahun, memiliki mobil dalam waktu 5 tahun, bisa dijadikan tujuan keuangan. Anda bisa menentukan tujuan keuangan sesuai dengan preferensi pribadi Anda dan keluarga.

3. Mulai Berhemat dan Menabung Lebih Banyak


Jika Anda sudah terbiasa dengan hidup hemat atau bahkan terbiasa menerapkan tips menabung, hal ini bisa menjadi awal yang bagus. Namun, jika belum, sekarang adalah waktunya untuk mulai lebih berhemat.

Meski disebut berhemat, bukan berarti Anda harus mengencangkan ikat pinggang secara ketat. Fokus pada efisiensi dan cara mengatur keuangan pribadi secara efektif sebenarnya sudah cukup bagus. Anda bisa mulai dengan memangkas pengeluaran yang tidak cukup penting. Salah satu caranya adalah menekan pengeluaran untuk pakaian baru atau mengurangi frekuensi nongkrong di kafe.

Uang yang Anda hemat selanjutnya bisa dialihkan untuk keperluan menabung. Agar lebih aman, ada baiknya rekening tabungan dipisah dari rekening yang biasa Anda gunakan untuk menerima gaji.

Ada banyak tips menabung yang bisa Anda coba. Selain memisahkan rekening tabungan, Anda juga bisa menyediakan celengan untuk mengamankan uang receh sekaligus membantu upaya Anda untuk menabung.

4. Tingkatkan Penghasilan dengan Investasi


Pengeluaran akan selalu ada. Di sisi lain, cukup sulit untuk mengharapkan kenaikan gaji secara konsisten. Padahal, harga barang dan jasa cenderung terus naik setiap tahunnya.

Agar kebutuhan hidup bisa tetap terpenuhi, Anda harus berpikir lebih kreatif demi bisa meningkatkan penghasilan. Selain menerapkan tips menabung secara konsisten, Anda juga harus berinvestasi.

Berbeda dengan gaji, investasi tergolong sebagai passive income yang akan terus menghasilkan uang meski Anda sudah tidak lagi bekerja. Instrumen investasi juga ada banyak macamnya. Beberapa contohnya adalah reksa dana, saham dan properti yang disewakan.

Karya seperti buku dan video kursus juga bisa dikategorikan sebagai investasi. Begitu juga bisnis yang sudah memiliki sistem dan berjalan secara otomatis. Jadi, selain fokus pada cara mengatur keuangan pribadi, Anda juga harus memasuki dunia investasi.

5. Melindungi Aset Berharga dengan Asuransi


Hidup dipenuhi ketidakpastian. Hal-hal tidak terduga bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Dalam kondisi seperti ini, memiliki tabungan dari hasil menerapkan tips menabung secara konsisten terkadang tidak cukup. Anda juga harus melindungi diri dan aset berharga dengan asuransi.

Saat ini ada banyak produk asuransi yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Misalnya saja seperti asuransi kendaraan, asuransi properti, asuransi kesehatan hingga asuransi jiwa. Dalam hal ini, pilihlah jenis asuransi yang paling penting menurut Anda.

Mengetahui cara mengatur keuangan pribadi memang penting. Namun, jika Anda tidak tahu bagaimana cara melindungi aset yang paling berharga, kesuksesan finansial pada 2020 tidak akan mungkin bisa Anda capai.

Harta benda bukanlah satu-satunya aset yang perlu Anda lindungi. Jauh di atas itu, Anda juga harus memproteksi diri dari risiko kecelakaan dan penyakit berbahaya yang bisa menghabiskan harta benda.

Untungnya, kini proteksi kesehatan seperti ini semakin mudah dijangkau. Bersama PFI Mega Life, Anda bisa mendapatkan lebih dari sekadar cara mengatur keuangan pribadi. Anda juga akan menjadi lebih berdaya jika hal-hal tak terduga benar-benar terjadi.

Berikan komentar anda

TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI KAMI lang

Kami akan meninjau dan mengkonfirmasi komentar Anda lang